PT Rifan Financindo – DENPASAR – Para pengusaha aneka barang kerajinan maupun usaha industri kecil di daerah Bali berupaya mencari pasar ekspor alternatif, sebagai upaya memperluas akses pasar menghadapi tingkat kompetisi yang semakin meningkat.

“Selain itu, beberapa pelaku usaha ekspor juga menjajaki para pelanggannya yang telah lama tidak aktif melakukan pemesanan akibat perlambatan kinerja ekonomi global,” kata seorang pengusaha sekaligus eksportir Bali, I Wayan Subrata di Denpasar, Rabu (13/7/2016).

“Kami pengusaha yang meneruskan bisnis orang tua pernah menghubungi langganan mitra usaha bapak saya yang asal Amerika Serikat, setelah dihubungi ternyata bisa aktif kembali untuk membeli aneka kerajinan termasuk perhiasan perak” tutur Wayan Subrata.

Adanya upaya para pelaku usaha di daerah ini untuk memburu dolar dari perdagangan aneka barang kerajinan dan usaha industri kecil menyebabkan realisasi ekspor maupun dalam perolehan devisa nonmigas cukup stabil dalam periode awal 2016.

Kondisi tersebut dialami para pelaku usaha di daerah ini, seiring dengan mulai membaiknya pertumbuhan ekonomi beberapa negara tujuan ekspor Provinsi Bali, seperti kawasan Eropa dan Asia (China, Jepang dan ASEAN, serta Amerika Serikat).

Wayan Subrata menambahkan, selain itu, dihapuskannya penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang berlaku sejak akhir 2015 (Permendag Nomor 89/M-AG/PER/10/2015 tentang Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan).

Munculnya aturan pemerintah itu berdampak positif bagi pengusaha, karena ada penurunan biaya pengiriman ekspor produk olahan kayu. Hal ini mendorong peningkatan volume ekspor khususnya produk olahan kayu yang banyak diekspor pengrajin Bali.

Membaiknya kinerja ekspor, juga tergambar dari peningkatan pertumbuhan volume ekspor aneka barang bernilai seni maupun hasil pertanian dari sebesar 183,7 persen (yoy) pada triwulan IV-2015 menjadi sebesar 215,3 persen (yoy) triwulan I-2016.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat nilai kumulatif ekspor barang asal Provinsi Bali pada periode Januari-Mei 2016 mencapai 208,28 juta dolar AS, tidak jauh berbeda dari keadaan pada periode yang sama tahun 2015 mencapai 214,75 juta. dolar.

Menurut pangsa pasar ekspor barang asal Provinsi Bali pada tahun 2016, sebagian besar dikirim ke negara Amerika Serikat, Jepang, Australia, Singapura, dan China, dengan proporsi masing masing 25,02 persen, 8,23 persen, 7,22 persen, 6,71 persen dan 5,10 persen.

(dni)

Sumber : Okezone