Rifanfinancindo – Palembang – Pasar saham Asia tergelincir setelah melemahnya harga minyak mentah di Wall Street. Sementara nilai tukar euro terus mengalami kenaikan besar, setelah mendapat dorongan dari pertumbuhan ekonomi Jerman yang kuat.

Indeks saham Asia Pasifik terbesar MSCI di luar Jepang turun 0,16%. Pasar saham Australia turun 0,48% dan indeks KOSPI Korea Selatan turun 0,5%. Sementara indeks Nikkei Jepang kehilangan 0,8%.

“Penurunan ekuitas Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh saham energi memiliki efek knock-on, mengurangi sentimen di sektor yang terkait dengan energi dan industri,” kata ahli strategi senior di Sumitomo Mitsui Asset Management Masahiro Ichikawa seperti dilansir dari Reuters, Rabu (15/11/2017).

Ketiga indeks saham utama AS mengalami penurunan, seiring melemahnya harga minyak mentah melonjak saham energi dan saham General Electric merosot untuk hari kedua berturut-turut.

Euro sedikit berubah pada USD1,1793 setelah naik 1,1% semalam ke level tertinggi 2,5 mingguan ke USD1.1805 karena data menunjukkan bahwa ekonomi Jerman masuk ke gigi yang lebih tinggi pada kuartal ketiga.

Di komoditas, harga minyak mentah meregangkan kerugian, ditimbang oleh perkiraan untuk meningkatkan produksi minyak mentah AS dan prospek suram untuk pertumbuhan permintaan global dalam sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Badan Energi Internasional (IEA).

(mrt)

Sumber : Okezone

Rifanfinancindo

Di komoditas, harga minyak mentah meregangkan kerugian, ditimbang oleh perkiraan untuk meningkatkan produksi minyak mentah AS dan prospek suram untuk pertumbuhan permintaan global dalam sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Badan Energi Internasional (IEA).