RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Terjadi perpecahan suara diantara para pejabat Federal Reserve pada pertemuan kebijakan terakhir mereka mengenai apakah mereka akan siap menaikkan suku bunga jangka pendek pada bulan Juni.

Beberapa pejabat berpendapat, bulan Juni akan menjadi waktu yang tepat untuk menaikkan suku bunga, tapi yang lain percaya penurunan harga energi dan kuatnya dolar AS akan membebani inflasi dan menjaga suku bunga tetap mendekati nol, demikian menurut risalah pertemuan kebijakan Fed tanggal 17-18 Maret lalu yang dirilis pada hari Rabu kemaren.

Sejak pertemuan itu, beberapa rilis data ekonomi telah mengindikasikan perekonomian tahun 2015 melambat, terutama rilis pekan lalu oleh Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan penurunan tajam tenaga kerja bulan Maret.

Para pejabat mengungkapkan beberapa kekhawatiran tentang prospek ekonomi, termasuk mengenai dolar yang kuat, yang cenderung melemahkan ekspor karena naiknya harga pokok penjualan di luar negeri, dan melemahkan inflasi karena rendahnya biaya barang impor.

Fed mengambil langkah operasional yang penting dalam rangka untuk memulai menaikkan suku bunga. Para pejabat memutuskan mereka bersedia untuk menaikkan limit untuk sementara waktu melalui instrumen baru yang dikenal sebagai ?overnight reverse repos?.

Menggunakan instrumen ini, Fed bertransaksi dengan dana pasar uang dan lembaga keuangan nonbank lainnya, membayar bunga mereka sebagai imbalan kredit ?overnight?. Fed telah menetapkan batas harian repo terbalik sebesar $ 300 miliar. Tetapi hal itu bisa membuat lebih sulit untuk mengelola suku bunga dan mereka memutuskan perlunya menaikkan limit ?untuk sementara waktu? agar dapat membantu mengelola suku bunga.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/pejabat-fed-berbeda-pendapat-mengenai-kenaikan-suku-bunga-pada-bulan-juni/