PT Rifanfinancindo – JAKARTA ? PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAAA untuk PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan obligasi I/2014 yang sudah beredar dengan prospek peringkat stabil.

Dijelaskan, peringkat tersebut mencerminkan status SMI sebagai badan usaha milik pemerintah yang sangat penting, potensi permintaan yang besar terhadap pembiayaan infrastruktur, tingkat permodalan yang sangat kuat, dan indikator profitabilitas yang kuat.

Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh terbatasnya proyek infrastruktur yang layak secara komersial dan profil pembiayaan yang terkonsentrasi.

Peringkat dapat saja diturunkan jika terdapat penurunan material terkait dukungan dari pemerintah yang dapat diakibatkan oleh pemburukan profil usaha dan kualitas aset SMI secara signifikan.

Sebagai informasi, tahun ini SMI berencana mengakselerasi pembiayaan untuk infrastruktur sebesar Rp30 triliun, setelah bergabungnya Pusat Investasi Pemerintah yang menambah kewajiban perusahaan menyalurkan pembiayaan ke pemerintah daerah.

Permodalan SMI meningkat pada November 2015 ini setelah mendapat kepastian pengalihan aset Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebesar Rp18,3 triliun. Selain dari aset itu, dalam APBN-P 2015, terdapat Penyertaan Modal Negara sebesar Rp2 triliun.

Dengan semakin gemuknya kapasitas modal, perseroan meyakini, realisasi pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur bisa memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian.

Tercatat dalam waktu lima bulan atau hingga akhir Mei 2016, perusahaan pembiayaan ini berhasil mencatatkan komitmen pembiayaan infrastruktur sebesar Rp30,1 triliun. Nilai komitmen ini meningkat signifikan jika dibandingkan pencapaian 2015 sebesar Rp23 triliun.

Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Edwin Syahruzad mengatakan, nilai komitmen pembiayaan infrastruktur ini digunakan untuk membiayai proyek dengan total nilai Rp118,7 triliun. Pencapaian ini kemudian mampu menciptakan multiplier effect sebesar 3,94 kali.

“Angka Rp30,1 triliun pada bulan ke lima ini sangat bagus untuk SMI. Sebab ini sudah tumbuh Rp7 triliun dibandingkan pembiayaan tahun lalu,” ujar Edwin.

Edwin menjelaskan, modal PT SMI tahun 2016 mempunyai nilai yang cukup besar dengan Rp18,3 triliun yang didapat dari pengalihan portopolio PIP. Selain itu, PT SMI juga berhasil mendapatkan Rp2 triliun secara cashdari pemerintah.

“Dengan demikian kita punya kapitalisasi modal kuat untuk awali 2016 ini dan alhasil kita bisa tumbuh lebih cepat di 2016. Terlihat dari pertumbuhan komitmen pembiayaan,” kata Edwin.

Dia pun berharap target PT SMI untuk tumbuh Rp10 triliun dari nilai komitmen pada 2015. Artinya sampai akhir 2016, PT SMI menargetkan agar bisa mendapat nilai komitmen hingga Rp33 triliun.

(mrt,Rifanfinancindo)

Sumber : Okezone