PT Rifan Financindo – Palembang – Menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2018 kebutuhan bahan pokok utamanya telur merangkak naik harganya. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat harga telur saat ini sebesar Rp26.500 per kilogram (kg).

Menurut Ketua Ikappi Abdullah Manusti, kenaikan harga telur memang setiap tahunnya selalu naik. Hal tersebut dipengaruhi salah satu faktornya karena permintaan tinggi menjelang natal.

“Konsumsi telur tinggi untuk buat kue dan kumpul keluarga. Biasanya memang kenaikan menjelang Natal itu 30%. Menjelang Natal dan tahun baru kenaikan permintaan 30%,” tuturnya kepada Okezone.
Dia menambahkan, kenaikan harga telur memang pasti terjadi setiap kali memasuki musim libur sekolah dan hari raya. Bila dibandingkan dengan Lebaran, permintaan telur di Natal lebih kecil.

“Lebaran ya hampir sama, karena musim libur. Kalau permintaan di hari raya bisa 100%, tetapi menjelang Natal kenaikan 30%,” tuturnya.

Mansuri mengatakan, dari informasi yang di dapat kenaikan harga terjadi karena stok telur tidak banyak. Hal ini karena ayam di peternak tengah terkena virus.

“Tapi kan kita susah ya kita membuktikannya, kita kan gak tahu. Tiba-tiba kita (beli) dapat tinggi dan harga setiap hari naik terus dan naiknya lumayan yah,” tandasnya.

(rzy)

Sumber : Okezone

PT Rifan Financindo

“Konsumsi telur tinggi untuk buat kue dan kumpul keluarga. Biasanya memang kenaikan menjelang Natal itu 30%. Menjelang Natal dan tahun baru kenaikan permintaan 30%,” tuturnya kepada Okezone.