RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pergerakan pasar mata uang di hari Rabu(24/6), dollar AS terpantau melemah terhadap yen setelah berhasil ditutup menguat di sesi sebelumnya ketika meningkatnya perkiraan bahwa kenaikan suku bunga The Fed akan terjadi di tahun ini.

Berlangsungnya perdagangan di ses Asia, USDJPY melemah 0.12% dengan diperdagangkan pada level 123.80. Pasangan ini telah bergerak menyentuh level 123.76 untuk sesi terendah harian dan level 123.98 untuk sesi tertinggi harian.

Dollar AS terlihat alami sedikit pelemahan terhadap yen pada pagi ini, setelah dirilisnya hasil pertemuan kebijakan bulan Mei oleh Bank Sentral Jepang. Pada laporan kebijakan Bank Sentral Jepang bulan Mei kemarin menyatakan bahwa target inflasi bank sentral sebesar 2% akan dicapai pada semester pertama tahun 2016.

Bank Sentral Jepang telah memproyeksikan bahwa warga Jepang akan setuju apabila kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah tenaga kerja. Meski demikian, bagi BoJ, kondisi saat ini masih sangat sulit untuk ditemuinya kenaikan inflasi pada tingkat konsumen Jepang terlebih lagi apabila mereka mengharapkan pemulihan seperti yang dialami oleh Amerika Serikat di kuartal dua tahun ini.

Sementara itu, pelemahan dollar AS masih dibatasi oleh meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga oleh The Fed. Hal ini telah ditegaskan oleh pernyataan dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang memprediksikan bahwa Bank Sentral AS akan melakukan kenaikan suku bunga jangka pendeknya paling cepat bulan September ini, dan paling lambat pada bulan Desember tahun 2015.

Ia juga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih baik setelah kuartal pertama akan mendorong kenaikan pasar tenaga kerja kedepannya, dan ini akan menjadi dasar yang lebih besar untuk mencapai target inflasi The Fed sebesar 2%.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/pasca-menguat-usdjpy-terpantau-turun/