PT Rifan Financindo – JAKARTA – Seperti tahun-tahun sebelumnya, harga bahan pangan saat Ramadan tahun ini kembali tercatat mengalami kenaikan. Target pemerintah untuk menurunkan harga pangan seperi daging dan bawang pun belum sepenuhnya berhasil dicapai pada sejumlah pasar di Indonesia.

Harga daging dan bawang merah misalnya, berkali-kali dilakukan operasi pasar. Harga daging tetap saja berada di atas Rp100 ribu per kg. Jauh dari target pemerintah sebesar Rp80 ribu per kg. Sementara itu, harga bawang juga masih bertengger di kisaran Rp40 ribu per kg atau lebih tinggi dibandingkan target pemerintah sebesar Rp25 ribu per kg.

Namun, kenaikan harga pangan ini dikhawatirkan tetap stagnan pasca lebaran. Alih-alih turun karena penurunan permintaan, harga bahan pangan diperkirakan tetap tidak berubah hingga beberapa minggu setelah lebaran.

“Justru yang menjadi kekhawatiran adalah harga pangan setelah lebaran. Kalau tidak dipikirkan dari sekarang, harga pangan tetap tidak akan berubah,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI) Sandiaga Uno, saat berbincang dengan Okezone beberapa waktu lalu.

[Baca juga: Harga Pangan Masih Tenang Usai THR Cair]

Pria yang juga mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan adanya peran spekulan yang berupaya mati-matian untuk menahan harga saat Ramadan hingga setelah lebaran. Untuk itu, pemerintah dihimbau untuk tidak melupakan rantai distribusi yang biasanya menjadi celah bagi para spekulan untuk menaikkan harga pangan.

Salah satu upaya yang perlu segera dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menggunakan sistem berbasis teknologi untuk memangkas rantai makanan. Namun, dalam waktu yang hanya tinggal tiga pekan, memang dirasa sulit untuk menerapkan sistem berbasis teknologi tersebut. Untuk itu, diperkirakan tingginya harga bahan pangan tetap akan membebani masyarakat dan pengusaha UKM pasca lebaran.

“Trennya memang demikian. Harga memang sulit untuk turun sekalipun ada impor. Jadi trennya itu akan stagnan hingga lebaran. Dan perlu diwaspadai saat lebaran. Ini berlaku untuk semua harga bahan pangan kebutuhan pokok,” ungkap Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini.

“Jadi masyarakat harus waspadai kenaikan harga tidak hanya saat Ramadan, tapi juga pasca Ramadan,” tutupnya.

(rai)

Sumber : Okezone