RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pergerakan pasar mata uang di hari Selasa(28/7), dollar AS terpantau alami sedikit penguatan terhadap yen setelah ditutup melemah pada sesi sebelumnya, ketika sentimen greenback masih berada di bawah tekanan menjelang laporan hasil kebijakan moneter dari Bank Sentral AS pada minggu ini.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, USDJPY menguat 0.04% dengan diperdagangkan pada level 123.29. Sejak pagi ini, pasangan tersebut telah bergerak menyentuh level 123.23 untuk sesi terendah harian dan level 123.32 untuk sesi tertinggi harian.

Permintaan dollar AS masih terus dibayangi tekanan ketika sentimen pasar tengah berpusat kepada hasil pertemuan kebijakan dari The Fed pada Kamis dini hari nanti. Spekulasi bahwa kenaikan suku bunga oleh The Fed hingga saat ini masih menghantui para pelaku pasar dalam memasuki kuartal tiga tahun 2015.

Jatuh tempo terhadap kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh The Fed bisa dipastikan akan terjadi pada tahun ini, atau selambat ? lambatnya pada bulan Desember nanti. Namun seperti apa yang telah dinyatakan oleh Gubernur The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa bank sentral kini tengah berada di jalur untuk menaikan suku bunga mereka namun mereka kenaikan tersebut sangat bergantung terhadap pertumbuhan ekonomi AS.

Sementara itu, meningkatnya pesanan barang tahan lama AS belum mampu menghapus pelemahan yang di alami oleh dollar AS. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Biro Sensus menyebutkan bahwa pesanan barang tahan lama AS mengalami kenaikan sebesar 3.4% di bulan Juni dan untuk pesanan barang tahan lama inti telah naik sebesar 0.8% di bulan Juni.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/pasca-jatuh-usdjpy-coba-bangkit-kembali/