RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Perdagangan bursa komoditas logam berjangka di hari Selasa(5/5), harga emas dan perak terpantau naik dengan diperdagangkan lebih tinggi setelah alami penurunan di sesi sebelumnya, ketika pasar masih berfokus terkait hubungannya dengan kenaikan suku bunga di wilayah Amerika.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Juni telah diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.07% di level $1.187.60 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Pada pagi ini, harga emas telah bergerak menyentuh level $1.186.10 untuk sesi terendah harian dan level $1.188.30 untuk sesi tertinggi harian.

Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Juli juga diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.16% di level $16.468 per troy ounce. Harga perak pada pagi ini telah terpantau bergerak menyentuh level $16.398 untuk sesi terendah harian dan level $16.473 untuk sesi tertinggi harian.

Di sesi sebelumnya, pelemahan yang dialami oleh harga emas telah dipicu oleh menguatnya hasil produksi industri di wilayah Amerika. Hal ini telah mendorong kembali dollar AS untuk mengalami penguatan dan justru menenggelamkan harga emas untuk melemah mengingat keduanya bergerak cenderung berlawanan satu sama lain.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Biro Sensus AS telah menyatakan bahwa hasil produksi industri Amerika tengah alami lonjakan kenaikan sebesar 2.1% di bulan April, dimana hasil tersebut telah berhasil melampaui perkiraan pasar.

Pada hasil laporan tersebut juga telah mengisi kembali kekhawatiran pasar atas jatuh tempo kenaikan suku bunga di wilayah Amerika, karena dalam beberapa pekan terakhir ekonomi AS telah mengalami perlambatan pertumbuhan. Para pelaku pasar juga merasa yakin, bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi AS dalam beberapa minggu lalu tidak akan terjadi kembali ke depannya, dengan kata lain ekonomi Amerika akan mengalami pemulihan kembali.

Dengan demikian, pemulihan ekonomi AS ke depannya akan membawa para pembuat kebijakan The Fed untuk segera melakukan normalisasi keadaan di Amerika.

Sementara itu masih di wilayah Amerika, pasar nantinya akan dihadapkan dengan serangkaian peristiwa ekonomi di wilayah AS yang meliputi sebuah laporan data neraca perdagangan dan aktifitas jasa di kawasan Amerika. Sejalan dengan dirilisnya data tesebut, maka pergeseran harga emas berjangka memiliki potensi untuk mengalami pegerakan kembali.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/pasca-ditutup-melemah-harga-emas-coba-bangkit/