PT Rifan Financindo – JAKARTA – Ketidakpastian soal apakah Inggris akan tetap berada di zona Uni Eropa telah terjawab, seiring dengan kemenangan bagi kubu Brexit. Lantas, apa yang selanjutnya akan terjadi.

Seperti dilansir Property Report, Jumat (1/7/2016), mungkin hal tersebut lah yang menjadi pertanyaan bagi banyak orang terutama bagi warga negara Inggris yang bersangkutan. Keputusan tersebut, juga membawa poundstering pada level terendah mereka, level yang tidak pernah terlihat sejak 31 tahun lalu.

Meski demikian, tidak semua tentang Brexit adalah hal negatif. Bagi investor Asia Brexit menjadi keuntungan tersendiri, tertutama bagi para investor properti yang tengah bersiap melakukan ‘aksi beli’ properti di Inggris, tertutama di daerah London.

Sebuah laporan dari Knight Frank menjelaskan, dari investor asal Singapura, Hong Kong dan China sudah ancang-ancang memborong properti di beberapa kawasan Inggris. Tidak mengherankan memang, pasalnya pasar real estate di Inggris memang sangat menarik bagi mereka seiring nilai tukar poundsterling yang mengalami kejatuhan.

Direktur konsultan properti yang berbasis di Malaysia, Cornerstone International Properties, Wirata Thaivasigamony, menjelaskan mengapa dia menasihati orang bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di sektor properti Inggirs.

“Dalam jangka pendek akan ada keuntungan luar biasa bagi investor karena poundsterling telah lemah dan menjadi keuntungan bagi kita,” katanya seperti dilansir dari property-report.

Senada, Kepala Riset JLL region Asia Pacific Capital Markets, Megan Walters, mengatakan secara keseluruhan, masih banyak para pemodal dari Asia yang mengincar pasar di Eropa.

“Penurunan nilai poundsterling terhadap mata uang Asia, akan memberikan titik masuk ke Inggris untuk investor luar negeri, pasar yang merupakan ekonomi terbesar kelima di dunia, dan kedua di Eropa setelah Jerman,” jelas dia.

Memang, tidak semua orang memandang sama. Namun, dengan poundsterling yang terus melemah, maka tentu akan memberikan dampak.

Seorang trader senior di Oanda Asia Pacific, Stephen Innes, mengatakan Brexit akan memberikan efek negatif pada pasar properti Inggris dalam beberapa tahun mendatang.

“orang akan berpikir dua kali untuk membeli di Inggris, dan beberapa bahkan akan melihat pelarian modal sekaligus,” katanya.

(rzk)

Sumber : Okezone