TOKYO – Pasar saham di Asia naik tipis, setelah Selandia Baru secara mengejutkan melakukan penurunan suku bunga. Hal ini dilakukan untuk menjaga investor dari stimulus yang akan dikeluarkan Bank Sentral Eropa sebagai pembuat kebijakan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka yang tengah goyah.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik, di luar Jepang, naik 0,1 persen. Indeks Nikkei Jepang naik 1 persen dan saham Australia naik 0,2 persen. Sedangkan indeks saham Korea Selatan, KOSPI, naik 0,3 persen.

Gubernur Reserve Bank of New Zealand Graeme Wheeler, telah memangkas suku bunga acuan mereka ke 2,25 persen. Saat ini, investor tengah melihat China sebagai risiko utama outlook untuk pertumbuhan ekonomi dan inflasi, yang mencerminkan keprihatinan dunia atas perlambatan ekonomi kedua terbesar dunia tersebut.

“Jika China melakukan devaluasi sangat signifikan dan berkepanjangan, pada dasarnya itu akan menyebarkan deflasi di seluruh dunia,” kata Wheeler seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/3/2016).

Dalam beberapa bulan terakhir, penurunan harga komoditas dan tekanan deflasi telah mendorong easing yang agresif dari bank sentral China. Selain itu, investor juga fokus pada ECB, yang akan menurunkan suku ke wilayah negatif.

Dolar AS sedikit berubah ke 113,30 per yen Jepang, setelah menguat 0,6 persen terhadap mata uang safe haven Jepang, karena keuntungan di pasar ekuitas dan komoditas meningkatkan risk appetite.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/03/10/278/1332073/pasar-saham-asia-menguat-pasca-selandia-baru-turunkan-suku-bunga