PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Pasar saham Asia naik tipis, mengikuti penguatan pasar saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Meski demikian, investor masih berhati-hati menjelang keputusan kebijakan The Federal Reserve.

Sementara aset safe haven lainnya, Yen Jepang berada di atas keuntungan besar, karena harapan akan paket stimulus fiskal yang besar dari Jepang memudar.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang, .MIAPJ0000PUS, naik 0,1 persen. Indeks Jepang Nikkei N225 naik 1,1 persen dan saham Australia naik 0,3 persen. Korea Selatan Kospi .KS11 berdiri datar.

Pasar ekuitas AS ditutup mixed, sementara saham di Eropa diperdagangkan sedikit lebih tinggi karena keuntungan di saham kesehatan dan konsumsi menyangga ekuitas Eropa untuk mengimbangi kekhawatiran atas sistem perbankan di kawasan tersebut.

Saat ini, semua mata tertuju pada The Fed, yang akan melakukan pertemuan kebijakan dua hari. Bank sentral AS diharapkan mengeluarkan kebijakan moneter lanjutan.

“Selain itu, pasar tampaknya terpengaruh oleh pelemahan yuan China dan kerugian pasar ekuitas China. Agustus lalu, dan sejak Januari, pasar China adalah penyebab banyak kekhawatiran di kalangan investor,” tutur Kepala strategi mata uang global di Brown Brothers Harriman, Marc Chandler, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (27/7/2016).

Spekulasi juga terjadi di mana pengeluaran fiskal Tokyo akan cukup besar, namun laporan terbaru menunjuk paket akan jauh lebih kecil. Namun, banyak investor berharap Bank of Japan akan melonggarkan kebijakan moneter setelah pertemuan dua hari akhir minggu ini.

(mrt)

Sumber : Okezone

Dana Tax Amnesty Bisa Sebabkan Overheating

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat uang dana masuk ke Indonesia hingga 25 Juli 2016 sekira Rp128 triliun. Dana ini diprediksi akan semakin besar, usai kebijakan pengampunan pajak alias tax amnesty diberlakukan.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah harus siap mengantisipasi hal ini dan harus bisa disalurkan ke sektor produktif. Menurut dia, dana ini masuk tentu baik bagi Indonesia.

“Tantangannya adalah bagaimana dana ini bisa disalurkan ke sektor produktif, itu tantangan utama karena dana masuk besar tapi tidak masuk ke sektor produktif itu bisa menjadi beban, malah bisa membuat kondisi kita overheating atau bubble,” ujar Agus di Universitas Trilogi, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Agus mengapresiasi langkah pemerintah dalam menyambut besarnya dana masuk, di mana berbagai persiapan dilakukan guna sektor swasta bisa menggunakan momentum pengampunan pajak ini.

“Menurut saya apa yang dilakukan sampai hari ini sangat positif. Sosialisasi tentang pengampunan pajak sebagai akan kita lihat realisasinya dan itu (dana repatriasi) upaya untuk menyalurkan ini ke sektor produktif,” tuturnya.

(mrt)

Sumber : Okezone