JAKARTA – Pasar saham di Asia kompak melamah pada awal pekan. Pelemahan ini disebabkan oleh penurunan harga minyak dunia serta rencana China untuk merilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2015 pada Selasa mendatang.

Harga minyak mentah anjlok di nperdagangan Asia. The West Texas Intermediate (WTI) turun 1,12 persen menjadi USD 29,09 per barel, setelah turun 6,33 persen pekan lalu. Brent juga mengalami anjlok 1,35 persen di level USD 28,55 per barel, atau turun sebesar 8,27 persen selama pekan lalu.

Analis ING, Tim Condon, memprediksi ketidakpastian yang diberikan oleh China serta turunnya harga minyak mentah dunia turut memberikan sentimen negatif terhadap pasar di dunia. “Ini akan menimbulkan risiko buruk yang signifikan terhadap pasar keuangan,”, ujar Tim condon seperti yang dikutip dalam CNBC, Senin (18/1/2016).

Dampak tersebut terlihat dari Indeks Shanghai Komposit yang turun 0,41 persen setelah dibuka turun lebih rendah 1,84 persen. The CS1300 juga turun sebesar 0,23 persen. Namun, Indeks Shanghai Composite berhasil naik 0,17 poin setelah dibuka naik 0,17 poin.

Pasar saham di Jepang juga turut terkena dampak. Nikkei 225 dibuka turun 1,94 persen setelah sebelumnya jatuh pada level 2,39 persen. Sedangkan Kospi, indeks saham terbaik di Korea juga diperdagangkan lebih rendah 0,45 persen setelah jatuh pada level 2,39 persen.

Pasar saham di Australia juga berada di zone merah. Indeks ASX 200 juga turun 1,01 persen setelah perdagangan sebelumnya turun 1,80 persen. Penurunan ini juga disebabkan oleh oleh sektor energi yang turun sebesar 3,07 persen.

Tak hanya di Asia, Wall Street pada Jumat lalu juga di tutup pada zona merah. Indeks Dow Jones ditutup turun 390,97 poin, atau 2,39 persen di level 15,988.08. Dalam sepekan, harga saham Dow Jones telah turun sebesar 2,19 persen.

The S & P 500 turun 41,55 poin, atau 2,16 persen pada 1,880.29. S&P 500 jatuh 2,17 persen dalam perdagangan saham selama sepekan. Indeks komposit Nasdaq turun 126,59 poin, atau 2,74 persen, ke 4,488.42. Indeks ini turun 3,34 persen untuk seminggu.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/01/18/278/1290712/pasar-saham-asia-kompak-melemah-karena-china-minyak