PT Rifan Financindo – JAKARTA – Pasar saham Asia dibuka mendekati level tertinggi satu tahunan, seiring nilai tukar yen yang mencapai level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Namun, investor masih menunggu kepastian Bank of Japan yang akan mengucurkan stimulus, apakah akan sesuai dengan harapan pasar .

Indeks MSCI, pasar saham Asia Pasifik di luar Jepang, .MIAPJ0000PUS, bergerak flat, sementara indeks pasar saham Jepang, Nikkei N225, tergelincir 0,1 persen.

Yen menguat ke 103,30 yen per USD dari sebelumnya 105,30 yen per USD pada akhir perdagangan kemarin, meskipun pelaku pasar mengatakan kondisi perdagangan tipis karena tidak ada berita yang jelas untuk membenarkan adanya stimulus.

Pemerintah Jepang, yang tengah menyusun paket stimulus fiskal, telah melobi keras BOJ untuk melonggarkan kebijakannya. Pasalnya, pemerintah telah menyiapkan sebuah langkah jika memang bank sentral melonggarkan kebijakannya.

“Seiring pemerintah yang tengah mempersiapkan anggaran tambahan, mereka merasa BOJ dapat memaksimalkan dampak pelonggaran yang dapat dilakukan dengan sinkronisasi kebijakan,” jelas manajer portofolio senior di Columbia Threadneedle Investments, Daisuke Nomoto, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (29/7/2016).

Namun, banyak investor mengatakan ada kemungkinan besar kekecewaan karena pasar telah lama mengharapkan stimulus, sehingga sulit bagi Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda untuk memberi kejutan. BOJ diharapkan dapat memperluas stimulus berupa peningkatan pembelian aset dan pemotongan suku bunga lebih dalam lanjut ke tingkat negatif.

Di sisi lain, pasar saham global pulih dari shock pasca-Brexit pada akhir Juni, karena ekspektasi bahwa bank sentral di negara maju utama akan mengambil langkah-langkah untuk mendukung perekonomian mereka.

(mrt)

Sumber : Okezone