PT Rifan Financindo – JAKARTA – Pangkas beban utang, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) bakal melepas 15 persen saham di PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang merupakan induk langsung ANTV. Langkah ini dilakukan perseroan untuk membayar cicilan utang perseroan dari konsorsium Credit Suisse sebesar USD230 juta. Disebutkan, aksi korporasi untuk melepas saham tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

Presiden Direktur VIVA, Anindya Novyan Bakrie mengatakan, perseroan telah mendapat pinjaman dari konsorsium Credit Suisse. Perseroan pun setidaknya sudah membayar sebesar USD100 juta, baik bunga maupun pokok pinjaman utang. ?Awal tahun depan, kita bakal refinancing kurangi utang karena cukup baik momentnya. Apalagi itu utang perseroan dalam bentuk dollar AS dan sedangkan kita pendapatan dalam Rupiah. Jadi perseroan pilih refinancing dan kurangi tekanan utang dollar AS dan juga ada semacam natural hedge,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, dengan rencana perseroan melakukan divestasi 15 persen saham di MDIA, maka kepemilikan saham VIVA akan berkurang dari 90 persen menjadi 75 persen. Besaran harga saham divestasi, kata Anindya, akan berdasarkan aturan yang berlaku dari harga rata-rata selama 90 hari sejak rencana aksi korporasi diumumkan. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, saham MDIA berada di level Rp2.900 per saham.

Selain melepas 15 persen kepemilikan saham di MDIA, dalam rapat juga menyetujui refinancing dengan pinjaman yang berdenominasi rupiah. Anindya menuturkan, saat ini perseroan sedang mencari sumber pinjaman, khususnya perbankan nasional yang mampu memberikan pinjaman dalam tenor panjang.

Berdasarkan hasil RUPST, PT Intermedia Capital Tbk sepakat untuk menganggarkan 15 persen atau sebesar Rp40 miliar dari laba bersih perseroan tahun 2015 sebagai dividen. Pada tahun 2015 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp256,73 miliar. ?Ini tahun ketiga kami membagi dividen secara berturut-turut. Dividen per sahamnya itu sekitar Rp10 per saham,” kata Direktur Utama MDIA, Erick Thohir.

Sebagai informasi, perseroan membukukan laba sebesar Rp256,73 miliar per Desember 2015 atau turun 27,30 persen dibandingkan laba periode Desember 2014 yang Rp353,16 miliar. Salah satunya didukung oleh pendapatan neto yang naik menjadi Rp1,38 triliun dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang Rp1,36 triliun. Sementara MDIA sebagai entitas anak perusahaan VIVA dalam tahun 2016 membukukan rekor pertumbuhan pendapatan yang signifikan.

MDIA melalui entitas anak perusahaan ANTV berhasil meraih pangsa pemirsa 13,4 selama tujuh bulan pertama 2016. Bahkan, beberapa program unggulan ANTV seperti Uttaran dan Anandhi menempati nomor satu di jam tayangnya dengan meraih TV share 25,6 dan 18,6.

“MDIA membuktikan kalau kami mampu memilih konten yang tepat untuk pemirsa, menciptakan tren, meningkatkan TV share kami dan mampu meningkatkan pertumbuhan pendapatan iklan secara signifikan,” ujarnya.

(rhs)

Sumber : Okezone