Rifan Financindo Palembang – Harga minyak mentah global masih bertengger di zona merah, setelah sempat bergerak variatif seiring dengan potensi terganggunya suplai komoditas energi ini.

Pagi Ini Harga Minyak Terkoreksi, Gara-gara Banjir Arkansas? - Rifan Financindo Palembang

Foto: Banjir Arkansas/REUTERS/Kate Munsch

Pada perdagangan Rabu ini (28/5/2019) pukul 08:15 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman Juli melemah 0,14% ke level US$ 70,01/barel. Sementara harga minyak jenis light sweet (WTI) kontrak pengiriman Juli terkoreksi 0,56% menjadi US$ 58,81/barel.

Harga WTI (West Texas Intermediate), minyak acuan untuk pasar Amerika Serikat (AS) dan sekitarnya, sempat naik hingga hampir 1% kemarin.


Penyebabnya adalah distribusi minyak mentah dari pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma yang terganggu akibat terjadinya banjir, yang disebabkan oleh hujan yang cukup parah sepanjang bulan Mei, membuat Sungai Arkansas meluap.

“Banjir tampaknya memiliki pengaruh pada distribusi [minyak] di seluruh AS, menghambat aliran dari Cushing dan mengangkat harga WTI,” ujar Phillip Streible, analis strategis pasar senior RJO Futures, Chicago, mengutip Reuters.

Namun, penguatan itu tak bertahan lama karena pelaku pasar masih menaruh perhatian pada dampak perang dagang AS-China.

Beberapa waktu lalu AS sudah memberlakukan tarif 25% terhadap produk China senilai US$ 200 miliar. China pun juga sama, dengan mengumumkan kenaikan tarif 5%-25% untuk produk AS senilai US$ 60 miliar mulai 1 Juni 2019 mendatang.

Artinya aliran perdagangan kedua negara akan semakin lambat tahun ini. Pasalnya tahun 2018 pun perang dagang sudah berkecamuk pada level tarif 10%. Rantai pasokan global bisa terhambat dan menurunkan permintaan energi, termasuk minyak bumi.

Akan tetapi setidaknya masih ada harapan keseimbangan fundamental (pasokan-permintaan) tetap terjaga.

Ada peluang Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya tetap mempertahankan produksi di level yang rendah sepanjang tahun ini.

Sebelumnya Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih mengatakan bahwa dirinya yakin pada semester II-2019, OPEC masih akan terus mengurangi pasokan secara bertahap.

Awal Desember silam, OPEC+ (OPEC dan sekutunya) sepakat untuk memangkas produksi hingga 1,2 juta barel/hari sepanjang periode Januari-Juni 2019. Adanya pernyataan Al-Falih membuat pelaku pasar yakin kebijakan itu akan berlanjut hingga akhir tahun.

Pertemuan OPEC+ selanjutnya akan dilakukan pada 25-26 Juni 2019 di Wina, Austria. Pada saat itulah keputusan kebijakan OPEC+ akan diumumkan. Jika benar masih akan mempertahankan pengurangan produksi, harga minyak berpotensi terus terangkat.

TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/tas)

Sumber : CNBC

Baca Juga :
  • RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka 
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
  • PT. RIFANFINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFAN FINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
  • PT RIFANFINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
  • RIFANFINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
  • PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
  • RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi