RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pergerakan pasar mata uang di hari Rabu(3/6), harga emas terpantau diperdagangkan lebih tinggi setelah dirilisnya data PDB Australia pada pagi ini, ketika perhatian pasar masih berfokus pada perbincangan hutang Yunani.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Agustus telah terpantau diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.08% di level $1.194.60 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sejak pagi ini, harga emas telah bergerak menyentuh level $1.193.10 untuk sesi terendah harian dan level $1.195.60 untuk sesi tertinggi harian.

Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman juga diperdagangkan lebih rendah dengan mencatat penurunan sebesar 0.07% di level $16.788 per troy ounce. Pergerakan harga perak pada pagi ini telah terpantau bergerak menyentuh level $16.748 untuk sesi terendah harian dan level $16.788 untuk sesi tertinggi harian.

Harga emas berjangka terlihat mengalami kenaikan di sesi sebelumnya ketika pasar masih berfokus kepada hasil perkembangan hutang Yunani. Sehubungan masalah Yunani, pada hari Senin kemarin para petinggi kebijakan Jerman dan Perancis telah melakukan pertemuan di Berlin.

Pertemuan yang dilakukan oleh para pemimpin Jerman dan Perancis ini dimaksudkan untuk merancang sebuah strategi bagaimana cara menemukan jalan keluar yang dapat disetujui pada tahap akhir perbincangan dengan Yunani terkait masalah hutang Athena tersebut.

Saat ini, batas waktu terakhir hutang Yunani yang harus dibayarkan kepada IMF sebesar 304 juta euro tersebut jatuh pada hari Jumat minggu ini.

Sementara itu, harga emas telah melanjutkan kenaikan pada pagi hari ini karena pulihnya pertumbuhan ekonomi Australia sehingga menekan permintaan greenback untuk alami penurunan.

Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Australia menyebutkan bahwa PDB Australia mengalami kenaikan sebesar 0.9% di kuartal pertama, setelah naik sebesar 0.5% di kuartal empat.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/pagi-ini-harga-emas-masih-lanjutkan-kenaikan/