JAKARTA – PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) meraih pendapatan sebesar Rp685,67 miliar hingga periode 31 Maret 2016 turun dibandingkan pendapatan periode sama tahun sebelumnya yang Rp903,63 miliar.

Disebutkan, perseroan juga mencatatkan beban pokok pendapatan turun jadi Rp621,35 miliar dari beban pokok triwulan tahun lalu yang Rp821,76 miliar. Laba bruto turun jadi Rp64,31 miliar dari laba bruto triwulan tahun lalu yang Rp81,86 miliar sementara laba usaha turun jadi Rp43,48 miliar dari laba usaha triwulan tahun lalu yang Rp65,62 miliar.

Sedangkan laba sebelum pajak tercatat turun jadi Rp30,01 miliar dari laba sebelum pajak triwulan tahun lalu yang Rp60,98 miliar. Laba bersih turun jadi Rp30,01 miliar dari laba bersih triwulan tahun lalu yang Rp60,98 miliar. Jumlah total aset per Maret 2016 menjadi Rp2,01 triliun naik dari jumlah aset per Desember 2015 yang Rp1,79 triliun.

Tahun 2016 ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dibidang konstruksi menargetkan mampu mengantongi kontrak baru sebesar Rp4,5 triliun. Angka tersebut naik 40 persen dibandingkan estimasi raihan kontrak baru 2015 sekitar Rp3 triliun.

?Mayoritas kontribusi masih di high rise building yang ada di Medan, Jakarta Bali, dan Bandung,?kata Investor Relation, Surya Semesta Internusa, Erlin Budiman.

Saat ini, perseroan tengah menggarap proyek antara lain, proyek Praxis Hotel & Apartemen Surabaya, apartemen Regatta Jakarta, Hotel Pullman Ciawi Jakarta, Q Big BSD City Tangerang, Springhill Royale Suites Jakarta, dan Radison Hotel Uluwatu, Bali. Erlin mengatakan, pihaknya optimistis akan mencapai target kontrak baru tahun ini. Setelah, pada tahun lalu perseroan memangkas target menjadi Rp3,2 triliun dari semula Rp4,1 triliun.

Nusa Raya juga ke depan juga akan mengembangkan bisnis jalan tol pasca sukses menggarap ruas Cikopo ? Palimanan atau Cipali. Perseroan menggarap proyek tersebut melalui perusahaan patungan (join venture/JV), PT Lintas Marga Sedaya (LMS), antara Plus Expressways Bhd. dan Baskhara Utama Sedaya.

Perseroan masuk melalui Bashkara Utama sedaya yang merupakan konsorsium bersama Saratoga dan Bukaka Group. Adapun, porsi kepemilikan perseroan tercatat sebesar 27 persen.

(mrt)

Sumber : Okezone