RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Setelah seharian bergerak di zona merah, ?pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali stagnan. Investor cenderung lakukan aksi tunggu menanti kepastian naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Pada awal perdagangan pagi tadi IHSG menipis 2,343 poin (0,05%) ke level 5.046,498 terkena aksi ambil untung. Saham-saham unggulan yang kemarin sudah naik kini terkena koreksi.? Investor domestik sudah semangat jual saham sejak pagi tadi. Sementara asing masih?wait and see?sambil menanti pengumuman tingkat suku bunga acuan alias BI Rate.

Menutup perdagangan Sesi I, IHSG berkurang 12,417 poin (0,25%) ke level 5.036,424 terkena aksi jual di tengah perdagangan yang sepi.?? Indeks hanya sempat naik sampai titik tertingginya di level 5.052. Selebihnya pergerakan Indeks lebih banyak dihabiskan di zona merah.

Pada akhir perdagangan, Kamis (13/11), IHSG ditutup menipis 0,173 poin (0,01%) ke level 5.048,668. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup naik tipis 1,354 poin (0,16%) ke level 864,552.? Bank Indonesia (BI) mengumumkan tingkat suku bunga acuan alias BI Rate ditahan di 7,5%. Posisi ini sama dengan posisi BI rate dalam setahun terakhir.

Tercatat dana asing masih mengalir masuk lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore hari ini melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 149,661 miliar di seluruh pasar.? Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 180.405 kali dengan volume 3,843 miliar lembar saham senilai Rp 3,539 triliun. Sebanyak 130 saham naik, 145 turun, dan 102 saham stagnan.

Volume dan nilai perdagangan setengah hari ini jauh di bawah rata-rata harian sebesar volume 5 miliar lembar saham dan Rp 6 triliun.?? Bursa-bursa di Asia rata-rata mengakhiri perdagangan di zona hijau, hanya pasar saham Tiongkok yang melemah. Sentimen negatif sempat datang dari Eropa setelah regulator setempat menjatuhkan penalti atas skandal manipulasi pasar valuta asing.

Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran?top gainers?di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 19.000, Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 23.925, Matahari (LPPF) naik Rp 325 ke Rp 15.225, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 225 ke Rp 7.250.

Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers?antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.225 ke Rp 9.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.225 ke Rp 18.200, Adira Finance (ADMF) turun Rp 1.075 ke Rp 8.100, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 1.020 ke Rp 4.180.

Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:? Indeks Nikkei 225 melonjak 195,74 poin (1,14%) ke level 17.392,79, Indeks Hang Seng naik 81,76 poin (0,34%) ke level 24.019,94, Indeks Komposit Shanghai melemah 8,87 poin (0,36%) ke level 2.485,61, dan ?Indeks Straits Times bertambah 25,20 poin (0,77%) ke level 3.308,91.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/nantikan-sentimen-penggerak-ihsg-melambat/