PT Rifan Financindo – JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memastikan, pengelolaan sistem Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kelistrikan pada masa arus mudik Lebaran 2016 terjaga dengan baik.

Sudirman menyebutkan, tidak ada masalah yang serius terhadap pengelolaan sistem pasokan BBM dan listrik selama bulan puasa hingga musim mudik 2016. “Ada satu dua titik kekurangan pasokan (BBM) itu pun karena tanki pemasoknya tertahan oleh macet (Brebes), tapi itu tidak ada masalah yang serius,” kata Sudirman di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (11/7/2016).

Sudirman melanjutkan, sistem pengelolaan BBM yang diterapkan PT Pertamina (Persero) berjalan dengan baik, begitu juga dengan pengelolaan sistem kelistrikan yang diterapkan PT PLN (Persero).

“Secara sistem pengelolaan berjalan lancar sampai hari ini, alhamdulillah. Kalau listrik tidak ada masalah sampai saat ini, BBM disiapkan dengan baik, terimakasih kepada PLN dan Pertamina,” tambahnya.

Lebih lanjut Sudirman mengungkapkan, kesiapan pengelolaan yang diterapkan Pertamina dan PLN juga berlaku terhadap daerah-daerah terpencil. Menurut Sudirman, pasokan BBM dan kelistrikan tidak ada masalah yang berarti.

“Tidak ada, saya kira Pertamina cukup antisipatif sampai ke daerah terpencil, sudah nyiapin pesawat, nyiapin kapal khusus, dan alhamdulillah tidak ada laporan masalah yang serius,” tandasnya.

(rai)

Sumber : Okezone

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II di Bawah 5%

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyebutkan, kebijakan pemerintah soal gaji ke-13 dan anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang telah dicairkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2016.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2016 akan lebih baik dibanding pertumbuhan pada kuartal I-2016.

“Pertumbuhan ekonomi di kuartal II itu kita lihat kemarin mungkin sedikit lebih baik dibanding kuartal I,” kata Agus di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (11/7/2016).

Agus menyebutkan, meski diprediksi lebih baik, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2016 tidak lebih dari lima persen. Apalagi, sambung Agus, ekspor Indonesia dan investasi yang masih lemah menjadi salah satu faktornya.

Meski demikian, tegas Agus, kebijakan gaji ke-13 dan THR akan menjadi faktor pendorong perekonomian Indonesia di kuartal II-2016. “Kita harapkan suasana lebaran dan gaji ke13, ke14 ini membantu, tapi mungkin akan ada di bawah 5 persen tapi lebih baik dari 4,92 persen,? tandasnya.

(rai)

Sumber : Okezone