RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak berjangka ditutup dengan kerugian 1% pada hari Jumat pagi (12/6) di tengah dolar yang menguat dan di tengah perkiraan bahwa permintaan global akan meningkat pada tahun 2015 secara keseluruhan.

Pedagang menganalisis sebuah laporan yang dirilis pada hari Kamis dari pengawas energi internasional yang mengatakan bahwa permintaan minyak mentah telah meningkat di seluruh dunia, namun peningkatan jumlah pasokan akan tetap kuat.

Minyak mentah West Texas untuk kontrak bulan Juli kehilangan 66 sen atau 1,1% untuk menetap di $ 60,77 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga menetap di level $ 61,43 pada hari Rabu yang lalu. Brent mentah untuk pengiriman bulan Juli turun sebesar 59 sen atau 0,9% ke level $ 65,11 per barel di bursa ICE Futures London.

Dalam laporan bulanan, Badan Energi Internasional memperkirakan bahwa permintaan akan meningkat sebesar 1,4 juta barel per hari, dengan rata-rata 94 juta per hari pada tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya dikarenakan pertumbuhan dalam hal ekonomi, kondisi cuaca yang lebih dingin, dan harga minyak mentah yang lebih rendah mengangkat tingkat konsumsi pada dekade pertama tahun 2015.

Namun IEA juga mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah pasokan akan tetap kuat. Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab terus menjaga produksi yang dihasilkan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak lebih dari 1 juta barel per hari.

Di Nymex, bensin untuk kontrak pengiriman bulan Juli turun kurang dari satu sen untuk diperdagangkan pada $ 2,138 per galon. Minyak pemanas untuk kontrak bulan Juli terpantau turun 2,5 sen atau 1,3% dan ditutup pada level $ 1,921 per galon. Sementara itu, gas alam untuk kontrak bulan Juli turun 6,6 sen atau sebanyak 2,3% ke $ 2,825 per juta British thermal unit.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/minyak-terpantau-turun-di-pasar-as/