RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak mentah berjangka terpantau turun pada hari Kamis (18/6), dikarenakan persediaan minyak mentah AS pekan lalu turun untuk minggu ketujuh berturut-turut. Namun, setelah itu minyak kembali naik.

Sesaat sebelum penutupan perdagangan minyak di New York Mercantile Exchange, muncul berita bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga untuk menekan dolar dan membantu harga minyak dalam satuan dolar untuk naik kembali. Laporan dari EIA juga mengungkapkan adanya penurunan mingguan ketujuh berturut-turut pada pasokan minyak mentah dan penurunan pada produksi minyak mingguan.

Minyak mentah untuk kontrak bulan Juli turun 5 sen untuk menetap di $ 59,92 per barel di Nymex. Minyak tersebut diperdagangkan pada $ 61,13 sebelum dirilisnya laporan pasokan dan menyentuh posisi terendah di bawah $ 59 setelah munculnya laporan tersebut. Namun, harga minyak terpantau naik lagi pada setengah jam terakhir perdagangan yang bertepatan dengan pernyataan Fed. Sementara itu, Brent mentah untuk kontrak bulan Agustus di bursa ICE Futures London turun 17 sen atau 0,3% ke level $ 63,87 per barel.

Pada Kamis pagi, badan Administrasi Informasi Energi AS melaporkan adanya penurunan sebanyak 2,7 juta barel dalam persediaan minyak mentah untuk pekan yang berakhir tanggal 12 Juni. Laporan dari EIA sekarang ini telah menunjukkan penurunan persediaan selama tujuh minggu berturut-turut. Seorang analis memperkirakan adanya penurunan persediaan minyak mentah sebanyak 2,4 juta barel. Total produksi dalam negeri tercatat turun sebanyak 21.000 barel per hari dari seminggu sebelumnya, menjadi 9,59 juta barel per hari.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/minyak-merosot-pada-penutupan-perdagangan/