RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak jatuh hari Jumat (26/12), saat dolar menguat dan para konsumen Amerika Serikat mengalami kekhawatiran tentang jatuhnya produksi dari Libya.

Pasar telah berada di bawah tekanan berdasar laporan Departemen Energi pada hari Rabu (24/12), yang menunjukkan kenaikan 7,3 juta barel dalam persediaan minyak mentah ke level tertinggi bulan Desember. Para analis telah memperkirakan penurunan musiman.

Penurunan ini diperparah karena harga minyak bereaksi terhadap penguatan indeks dolar.

Import minyak mentah Jepang, yang merupakan pembeli minyak terbesar keempat di dunia, turun 17,3% pada November dari tahun sebelumnya menjadi 14,68 juta kiloliter (3,08 juta barel per hari).

Minyak mentah Brent turun 94 sen menjadi $ 59,34 pada pukul 02:21, sementara minyak mentah AS turun $ 1,29 ke $ 54,55 dikarenakan banyak negara yang masih berlibur.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/minyak-merosot-di-tengah-penguatan-dolar/