NEW YORK – Pasar saham global mengalami kejatuhan pada akhir tahun ini karena harga minyak merosot ke posisi terendah 11 tahunan. Minat investor terhadap aset berisiko mulai turun pada perdagangan hari kedua terakhir di 2015.

Kemerosotan harga minyak telah menjadi penghambat utama pasar keuangan tahun ini, memukul perusahaan energi, menurunkan ekspektasi inflasi dan meningkatkan potensi kebijakan moneter yang longgar di Eropa dan pengetatan suku bunga lebih lambat di Amerika Serikat.

Melansir Reuters, Kamis (31/12/2015), Harga minyak mentah telah jatuh dua per tiga sejak pertengahan 2014 setelah output minyak mentah dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan Amerika Serikat melonjak dan menyebabkan surplus global hingga 2 juta barel per hari.

Minyak mentah AS turun 2,8 persen menjadi USD36,82 per barel, sementara Brent turun 2,8 persen menjadi USD36,72 per barel, setelah kenaikan luar biasa besar di stok minyak mentah AS, yang naik 2,6 juta barel pekan lalu.

Patokan US Treasuries sedikit berubah, dengan Treasury 10-tahun berada di 2,29 persen. Pada hari perdagangan terakhir 2015, pasar obligasi Eropa, imbal hasil Bond Jerman 10-tahun bergerak datar di 0,63 persen dan naik hampir 10 basis poin pada tahun ini.

(mrt)

sumber : http://economy.okezone.com/read/2015/12/31/320/1278001/minyak-mentah-merosot-ke-posisi-terendah-11-tahunan