TOKYO – Harga minyak mentah mengalami penurunan pada perdagangan Asia, karena data industri yang menunjukkan adanya tambahan besar pada stok minyak mentah di Amerika Serikat (AS).

Data dari American Petroleum Institute menunjukkan, persediaan minyak mentah AS naik 9,9 juta barel pekan lalu. Angka itu jauh di atas peningkatan yang diperkirakan oleh analis sebesar 3,6 juta barel .

Kerugian harga minyak mentah telah cenderung meningkat dalam dua minggu terakhir, sejak menyentuh level terendah 12-tahunan di bawah USD30 per barel antara akhir Januari dan pertengahan Februari.

“Sentimen telah jelas bergeser untuk komoditas dalam dua minggu terakhir. Kedua komoditas, minyak mentah dan bijih besi, mencapai satu bulan tertinggi semalam,” kata ANZ Bank, dalam laporannya seperti dilansir dari Reuters, Rabu (2/3/2016).

Minyak mentah London Brent, LCOc1, untuk pengiriman Mei turun 8 sen ke USD36,73 per barel. Brent menyentuh puncak intraday USD37,25 per barel, tertinggi sejak 5 Januari.

Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman April, CLc1, turun 34 sen atau sekira 1 persen ke USD34,06 per barel, setelah menguat 65 sen kemarin.

Harga minyak mentah didukung oleh pernyataan Menteri Energi Rusia Alexander Novak bahwa perusahaan minyak di negara itu mendukung untuk kestabilan rata-rata produksi tahun ini, namun tidak mendukung proposal untuk memotong produksi minyak.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/03/02/320/1325497/minyak-mentah-kembali-turun-harga-di-pasar-asia