RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak berakhir dengan keuntungan kecil pada hari Kamis (29/1), tetapi hanya setelah patokan AS tenggelam di bawah level $ 44 per barel untuk pertama kalinya dalam hampir enam tahun di lingkungan perdagangan yang dibayangi banjir minyak mentah.

Minyak mentah manis untuk pengiriman Maret di New York Mercantile Exchange naik 8 sen atau 0,2% menjadi ditutup pada $ 44,53 per barel. Itu adalah sesi perdagangan berombak, dengan kontrak sebelumnya turun serendah $ 43,58 dan merupakan level terendah sejak Maret 2009.

Minyak mentah Brent ICE menguat, dengan kontrak pada bulan Maret naik 66 sen atau 1,4% untuk menetap di $ 49,13 per barel.

Badan Administrasi Informasi Energi AS pada hari Rabu mengatakan pasokan minyak AS naik 8,9 juta barel dalam pekan yang berakhir tanggal 23 Januari.

Kenaikan persediaan adalah cerminan dari kemerosotan harga minyak yang disebabkan oleh membanjirnya pasokan dan melemahnya permintaan global.

Di pasar energi lainnya, minyak pemanas untuk bulan Februari turun 1,34 sen atau 0,8% ke $ 1,6184 per galon, sementara bensin untuk bulan yang sama naik 0,87 sen atau 0,7% ke $ 1,3537 per galon.

Gas alam untuk pengiriman Maret turun 12,3 sen atau 4,3% ke $ 2,719 per juta British thermal unit.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/minyak-mentah-berjuang-meraih-keuntungan-setelah-penurunan/