RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak berjangka menetap di atas $ 49 per barel pada hari Rabu, dimana angka tersebut adalah tingkat tertinggi dalam lebih dari dua minggu, di saat dilema yang terjadi di Yaman meningkatkan kekhawatiran atas pasokan minyak mentah di Timur Tengah.

Berita itu membantu mengimbangi tekanan awal dari sebuah laporan pemerintah AS yang menunjukkan pasokan minyak mentah naik untuk 11 minggu berturut-turut.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman Mei naik $ 1,70 atau 3,6% dan menetap di $ 49,21 per barel. Harga telah diperdagangkan sekitar $ 48,23 sesaat sebelum data pasokan.

Brent mentah untuk pengiriman Mei di bursa ICE Futures London menguat $ 1,37 atau 2,5% ke $ 56,48 per barel.

Yaman saat ini mendominasi berita di pasar minyak karena situasi di sana mengancam stabilitas minyak.

Sebuah penutupan selat, sebuah chokepoint antara Tanduk Afrika dan Timur Tengah, bisa menjaga kapal tanker di Teluk Persia mencapai Terusan Suez dan sumed Pipeline, menurut laporan dari Administrasi Informasi Energi AS. Diperkirakan 3,8 juta barel per hari minyak mentah dan produk minyak olahan mengalir melalui Selat Malaka pada tahun 2013.

Sebelumnya Rabu, data mentah-supply berada dalam sorotan. Rabu pagi, EIA melaporkan langsung kenaikan mingguan persediaan minyak mentah-11 ? up 8,2 juta barel untuk pekan yang berakhir 20 Maret.

Beberapa harapan terhadap kesepakatan antara Barat dan Iran atas program nuklir Iran yang tidak akan tercapai minggu ini akan memberikan kontribusi untuk kekuatan minyak. Pasar khawatir bahwa kesepakatan akan meringankan kekuatan minyak terhadap Iran dan menambahkan lebih banyak barel minyak mentah ke pasar global.

Melemahnya dolar AS terhadap euro yang menambahkan dukungan untuk minyak dalam denominasi dolar pada hari Kamis.

Produk minyak bumi di Nymex rally bersama dengan minyak mentah. Bensin untuk April ditutup naik 3,7 sen atau 2% pada $ 1,837 per galon dan minyak pemanas April naik 2,2 sen atau 1,3% ke $ 1,728 per galon.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/minyak-mentah-berakhir-naik-dalam-gejolak-timur-tengah/