RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak berjangka AS mengalami reli lebih dari 3% pada penutupan di hari Rabu (10/6) dikarenakan tanda-tanda perlambatan produksi minyak mentah AS yang diperkirakan terjadi pada akhir tahun ini membantu mengangkat harga untuk benchmark minyak mentah AS kembali di atas $ 60 per barel.

Produksi minyak pada bulan Mei berada di tingkat bulanan tertinggi dalam lebih dari empat dekade, tetapi produksi minyak diperkirakan akan melambat pada paruh kedua tahun ini, menurut laporan bulanan dari pemerintah AS.

Minyak mentah untuk kontrak bulan Juli naik $ 2 atau 3,4%, untuk menetap di $ 60,14 per barel di New York Mercantile Exchange. Brent mentah untuk kontrak bulan Juli di bursa ICE Futures London naik $ 2,19 atau 3,5% ke $ 64,88 per barel.

Produksi rata-rata minyak AS bulan Mei adalah 9,6 juta barel per hari, yang merupakan tingkat bulanan tertinggi sejak tahun 1972, menurut badan Administrasi Informasi Energi pada hari Selasa. Output minyak diperkirakan akan menurun dari bulan Juni hingga awal tahun 2016. EIA juga memperkirakan bahwa pada tahun 2016 output rata-rata mencapai 9.27 juta barel per hari.

Namun, Colin Cieszynski, kepala strategi pasar di CMC Markets, menunjukkan bahwa penurunan produksi AS diimbangi oleh peningkatan yang lebih besar di Arab Saudi, Irak, dan beberapa tempat lainnya dengan Iran juga memiliki andil di dalamnya. Jika Iran mencapai kesepakatan akhir dengan kekuatan dunia atas program nuklirnya, sanksi terhadap Iran kemungkinan akan dicabut, dan negara telah menyatakan siap untuk meningkatkan produksi minyak kembali.

Kembali pada Nymex, bensin untuk kontrak bulan Juli naik 7 sen atau 3,5% ke $ 2,077 per galon dan minyak pemanas untuk pengiriman bulan Juli naik 6,3 sen atau 3,4% ke level $ 1,918 per galon. Gas alam untuk kontrak Juli naik 14,1 sen atau 5,2% dan berakhir pada $ 2,846 per juta British thermal unit.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/minyak-melambung/