Pada perdagangan bursa komoditas minyak mentah telah berakhir lebih rendah pada sesi perdagangan hari Senin kemarin.

Minyak West Texas Intermediate pengiriman November telah berakhir lebih rendah 0.06% di level $85.01 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dengan menyentuh level terendah $84.09 dan level tertinggi $85.84 per barel.

Sedangkan untuk minyak premium Eropa, Brent Oil pengiriman November telah berakhir turun 1.5% di level $88.89 per barel, yang merupakan penutupan terendah sejak Desember 2010.

Data persesdiaan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute dan Departemen Energi terpaksa mengalami keterlambatan ketika wilayah AS tengah mengalami libur nasional pada hari Senin kemarin.

Laporan dari American Petroleum Institute diperkirakan akan dirilis pada hari Rabu besok, sedangkan untuk laporan resmi dari Departemen Energi dijadwalkan akan dirilis pada hari Kamis.

Sementara itu, harga minyak mentah dunia terlihat mendapat tekanan selama sepekan terakhir ketika kekhawatiran atas melebihnya pasokan minyak yang tidak diimbangi oleh permintaan. Laporan bahwa telah terjadinya peningkatan pada persediaan minyak mentah telah disampaikan oleh Energy Information Administration hari Rabu malam pekan lalu, dimana EIA menyatakan bahwa persediaan minyak mentah AS telah mengalami kenaikan sebanyak 5 juta barel pada pekan lalu.

Laporan terpisah lainnya oleh Internationa Monetary Fund pada pekan lalu, dimana berisikan bahwa mereka telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia dan semakin besarnya resiko ekonomi zona euro mengalami resesi.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/minyak-berakhir-turun-di-dukung-kekhawatiran-pertumbuhan-global/