JAKARTA – Berbagai prediksi terkait perekonomian 2016 menunjukkan bahwa tahun ini ekonomi akan lebih positif ketimbang tahun lalu. Namun, baru beberapa hari berselang, berbagai sentimen negatif mulai menghantui pasar, mulai dari suspensi perdagangan indeks saham utama di China sampai kekhawatiran geopolitik lantaran Korea Utara mengklaim telah berhasil menguji bom hidrogen pertama.

Wall Street pun terpuruk, mendekati level terendahnya, demikian juga harga minyak mentah yang belum dapat pulih. Meski demikian, CEO Ford Motor Company Mark Fields tidak panik akan keadaan ini.

Menurutnya, harga bensin akan terus turun tahun ini, meski begitu, dia memastikan Ford akan siap ketika harga bensin mengalami rebound.

“Pandangan jangka panjang kami adalah bahwa harga satu barel minyak akan naik dan gas akan naik, dan itu sebabnya kita menghabiskan begitu banyak uang pada investasi di kendaraan hemat bahan bakar dan listrik,” kata dia seperti dikutip dari yahoofinance.

Dia melihat konsumen tertarik pada kendaraan crossover dan SUV, dia percaya bahwa driver masih tertarik untuk membeli mobil hemat bahan bakar. Menurutnya, penurunan harga minyak mentah tidak akan mengganggu industri dan penjualan truk pickup. “Industri minyak dan gas membeli banyak truk pickup dan hal-hal itu,” katanya.

Menurutnya, pada 2016 akan menjadi tahun yang lebih baik di China daripada 2015. Hal ini sebagian karena pengurangan pajak konsumsi pada kendaraan, yang mendukung penjualan mobil.

China, pasar utama bagi Ford, diproyeksikan akan menyerap lebih dari 1 juta mobil di sana tahun lalu. Dan mobil Lincoln yang didesain ulang dan diganti namanya dirancang untuk menarik pasar Asia.

“Kami memang melihat perlambatan di China tahun lalu selama bulan-bulan pertengahan musim panas ketika ekonomi mendingin,” akunya.

“Tapi kita harus menempatkan ini dalam perspektif. China akan melalui transisi dari investasi dan ke konsumsi,” tambah dia.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/01/07/320/1282887/meski-harga-minyak-murah-ceo-ford-tetap-ingin-produknya-hemat-energi