PT Rifanfinancindo – JAKARTA ? Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyebutkan, pemerintah harus segera mencari pengganti Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM. Archandra Tahar resmi diberhentikan secara terhormat Senin malam (15/8/2016).

Pengumuman pemberhentian, dilakukan secara langsung oleh Mensesneg Pratikno yang didampingi oleh Juru Bicara Presiden Johan Budi di Kantor Presiden.

Sebelum pengumuman, beredar kabar salah satu anggota Komisi VII DPR yakni Satya W Yudha digadang-gadang bakal menggantikan Arcandra Tahar menjadi Menteri ESDM.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VII Fadel Muhammad menyebutkan, Satya W Yudha merupakan sosok yang berkompeten untuk mengisi kekosongan tersebut.

Akan tetapi, Fadel meminta kepada pemerintah untuk menyeleksi kembali calon Menteri ESDM yang baru. Sebab, kata Fadel, banyak anggota DPR yang berkompeten.

“Bagus, Satya termasuk yang digadang-gadang silahkan ajah gak apa-apa. Banyak di komisi VII (yang punya potensi mengantikan Arcandra) banyak dari demokrat ada, partai-partai lain ada,” kata Fadel di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/8/2016).

Kendati demikian, Fadel menyebutkan, isu yang beredar mengenai calon pengganti Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM belum tentu pihak pemerintah mengambil dari partai.

“Cuma apakah presiden mau ambil dari partai kan belum tentu. Serahkan ke presiden aja,” tandasnya.

(rzy,Rifanfinancindo)

Sumber : Okezone

Jokowi Sebut Banyak Peraturan yang Telah Usang

PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Pemerintah saat ini telah memutuskan untuk memangkas 3000 regulasi di daerah. Menurut Presiden Joko Widodo, banyak aturan yang saat ini telah usang sehingga perlu dilakukan deregulasi.

“Banyak regulasi kita sudah usang, sudah harus diperbaharui untuk menyongsong perubahan jaman. Maka regulasi yang membingungkan harus disederhanakan, prosedur yang rumit harus dipangkas. Deregulasi dan debirokratisasi itu kita lakukan untuk memberikan kecepatan pelayanan, kepastian regulasi, sinkronisasi, kemudahan berinvestasi, serta meningkatkan produktivitas,” kata Jokowi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/8/2016).

Wujud nyatanya dari pemangkasan regulasi ini adalah 12 Paket Kebijakan Ekonomi yang telah dikeluarkan Pemerintah sampai dengan awal Juni 2016. Paket kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ke depan, diupayakan pembentukan Paket Kebijakan Ekonomi lainnya guna mempercepat peningkatan ekonomi nasional,” tutupnya.

(rzy)

Sumber : Okezone