PT Rifan Financindo – SURABAYA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Tanah, Infrastruktur dan Transport Korea Selatan, Kim Kyung Hwan. Pertemuan di hari kedua Prepcom 3 membahas beberapa hal yaitu Konferensi Habitat III, Kerjasama dalam Smart City, Sumber Daya Air dan memperkenalkan mengenai Global Infrastructure Cooperation Conference (GICC) 2016.

Kim Kyung Hwan menyampaikan harapan kesuksesan penyelenggaraan Konferensi Habiat III. Selain itu juga penyelenggaraan pembahasan Multi Stakeholder International untuk urbanisasi berkelanjutan. Pemerintah Korea juga tertarik untuk bekerja sama mewujudkan Smart City dan ingin berbagi informasi mengenai prerencanaan pembangunan Smart City di Indonesia.

Hal lain yang disampaikan Kim Kyung Hwan adalah masukan untuk dilakukan MOU tingkat menteri terkait kerjasama bidang infrastruktur termasuk sumber daya air rencana penyelenggaraan Global Infrastructure Cooperation Conference (GICC) 2016 pada September 2016 di Seoul, Korea.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Basuki menjelaskan bahwa, urbanisasi terjadi di setiap kota di dunia. Oleh karena itu harus dianggap sebagai tantangan, bukan suatu masalah.

?Kementerian PUPR berkomitmen untuk menerapkan secara luas konsep-konsep kota cerdas guna meningkatkan kinerja pelayanan infrastruktur, meningkatkan optimasi sistem yang efisien dan menghindari gangguan terhadap infrastruktur. Antara lain, rencana penerapan free flow jalan tol, analisis traffic kendaraan dan pengelolaan sampah terpadu,? jelasnya dalam situs resmi Kementerian PUPR, Rabu (27/7/2016).

Pertemuan bilateral dilanjutkan dengan pertemuan dengan Menteri Pengembangan Perkotaan dan Perumahan Afganistan, Sadat Mansoor Naderi. Kerjasama antara Kementerian PU dan Kementerian Luar Negeri c.q Direktorat Kerja Sama Teknik bagi Afghanistan dilaksanakan dalam rangka mendukung komitmen Indonesia untuk memberikan bantuan bagi Afghanistan, sebagaimana tertuang dalam London Conference tahun 2009 dan Kabul Conference tahun 2010. Selain itu, di dalam Sidang Konferensi Afghanistan di Bonn, Jerman pada 5 Desember 2011, Menteri Luar Negeri Ri menyampaikan bahwa pada 2012, lndonesia siap untuk menawarkan program training di bidang infrastruktur.

Pada 2012, terdapat dua bentuk kegiatan dalam pelaksanaan kerjasama Indonesia-Afghanistan bidang infrastruktur yaitu kunjungan empat pejabat Kementerian PU Afghanistan ke Indonesia, pada 21-25 Mei 2012, dan Lokakarya mengenai infrastruktur (Training Workshop on Infrastructure) di Kabul, Afghanistan pada tanggal 14-17 Juli 2012.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian PU berperan sebagai tim narasumber dalam ?International Training Workshop on infrastructure for Afghanistan” yang dilaksanakan di Kabul. Tim Kementerian PU terdiri dari Suyono Kasim, (Kabid Teknik dan Materi Pusdiklat), serta Agus Bari Sailendra dan Nazib Faizal (Peneliti Pusjatan).

Sedangkan, pada 2013, Kementerian Luar Negeri c.q. Direktorat Kerjasama Teknik, bekerjasama dengan Pusjatan menyelenggarakan program pelatihan peningkatan kapasitas teknik berjudul “lnternatlonal Training Program on infrastructure for Afghanistan, Focusing On Road Operation and Maintenance” yang dilaksanakan pada 17-26 April 2013 di Jakarta dan Bandung. Pembukaan kegiatan tersebut diadakan pada 17 April 2013, bertepatan dengan pembukaan kegiatan lndonesia’s South-South Cooperation Forum yang dibuka oleh Menteri Luar Negeri RI.

(rzk)

Sumber : Okezone