PT Rifan Financindo – JAKARTA – Setelah impor daging sapi beku, sebentar lagi daging kerbau impor pun siap masuk pasar Indonesia. Pemerintah menugaskan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) pada bulan ini akan mendatangkan 10.000 ton daging kerbau impor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimistis daging kerbau impor yang diwacanakan mampu menekan lonjakan harga daging sapi, akan banyak dinikmati oleh seluruh masyarakat.

“Gimana caranya enggak laku, pembelinya banyak,” kata Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (12/7/2016).

Amran mencontohkan, ketika pemerintah memutuskan melepas daging sapi beku ke pasar selama Ramdan dan Lebaran 2016. Pada awalnya, banyak yang tak yakin daging sapi beku bakalan tidak laku, tapi nyatanya banyak yang menyukainya. “Ingat enggak daging beku. Dulu katanya enggak laku, tapi beberapa ribu ton habis kemarin kan,”ujar Amran.

Amran menambahkan, berapa besaran impor daging kerbau akan disesuaikan dengan kebutuhan bukan keinginan. Hal ini agar tidak mengganggu produktivitas peternak lokal, maka dari itu ada pembatasan impor. “Tapi berapa saja permintaan pasar, kami akan guyur masuk (impor daging kerbau),”ujarnya.

Sebelumnya, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) meminta pemerintah mengurungkan rencana impor daging kerbau yang akan dilakukan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

Ikappi menilai daging kerbau akan bernasib sama dengan impor daging sapi beku yang sama-sama tidak disukai masyarakat dan nyatanya tidak mampu menekan lonjakan harga daging sapi yang saat ini masih bertengger di harga Rp125.000 per kg.

(mrt)

Sumber : Okezone

Daging Kerbau Tak Hanya Impor dari India

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Pemerintah menugaskan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mendatangkan 10.000 daging kerbau impor dengan tujuan mampu menekan lonjakan harga daging sapi yang masih bertengger di atas Rp100.000 per kg.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menuturkan, impor daging kerbau utamanya harus bebas penyakit, mulut, dan kuku (PMK). Dari mana asal negaranya, tentu bukan hanya India.

“Jangan kita cerita hanya India. Kita buka semua negara. Bukan hanya India ya, ada juga Spnayol, Meksiko, Australia,dan Brasil,” ujar Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (12/7/2016).

Menurut Amran, impor daging kerbau tidak akan mengganggu peternak lokal. Kementan tetap akan protek peternak lokal, seperti halnya bawang. Artinya, apa yang di impor tetap di batasi.

“Kita lihat bagaimana harga bisa menguntungkan peternak. Impor dibuka sesuai kebutuhan bukan keinginan. Intinya kita jangan mengimpor sesuai keinginan,” terangnya.

(mrt)

Sumber : Okezone