PT Rifan Financindo – JAKARTA – Saat Lebaran, harga-harga kebutuhan pokok melonjak drastis. Terutama pada harga bahan pangan yang menjadi konsumsi utama masyarakat seperti daging dan bawang merah.

Namun, kenaikan harga ini justru diprediksi tidak akan berpengaruh terhadap inflasi sepanjang bulan Juli 2016. Pasalnya, harga-harga diyakini akan melandasi hingga akhir Juli mendatang sehingga berdampak pada rendahnya rata-rata inflasi secara nasional.

“Inflasi diukur setelah akhir bulan. Ini kebetulan lebarannya bukan akhir bulan tapi minggu pertama. Ya selama dia kemudian akan turun lagi di akhir bulan, inflasinya tidak akan berpengaruh,” kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (11/7/2016).

[Baca juga: Menko Darmin Prediksi Inflasi Juli Melandai]

Menurut Darmin, kenaikan harga memang terjadi pada sejumlah daerah, terutama di luar Jakarta. Hal ini terjadi akibat banyaknya masyarakat DKI Jakarta yang memilih untuk meninggalkan Jakarta saat arus mudik. Akibatnya, harga bahan pokok di sejumlah daerah bahkan lebih tinggi dibandingkan Jakarta.

“(Yang terpengaruh), satu harga, kedua pendapatan daerah. Kalau harga walaupun naik, tapi di daerah didahului kenaikan harganya. Coba cek di Yogya pasti lebih tinggi dari Jakarta sekarang. Artinya waktu lebaran kemarin karena orang Jakarta banyak yang mudik kemarin,” imbuh Darmin.

Namun, kenaikan harga pada sejumlah daerah ini diyakini tak akan berdampak besar pada rata-rata inflasi bulanan. Darmin pun meyakini bahwa inflasi tetap akan terkendali pada bulan ini.

“Tidak akan muncul dia di data inflasi. Yang akan muncul adalah data harga pada akhir bulan itu akan menjadi inflasi Juli,” tutupnya.

(rai)

Sumber : Okezone