PT Rifan Financindo – JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah merilis harga acuan untuk tujuh komoditas. Salah satu komoditas yang diatur harga bawah dan atasnya adalah gula.

Untuk harga acuan gula dan harga acuan pembelian gula petani masing-masing Rp9.100 dan Rp11.000 per kilogram (kg). Sedangkan harga acuan penjualan konsumen Rp13.000 per kg.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukit mengatakan, harga acuan ini wajib diikuti oleh seluruh pengusaha ataupun importir gula. Artinya, jika ingin impor gula, pengusaha diwajibkan mencantumkan harga acuan di dalam produknya.

“Yang pasti mereka harus menetapkan harga gula konsumsi harus Rp12.500 per kg. Itu ditulis dalam packaging mereka,” ujar Enggartiasto di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Enggatiasto mengatakan, para importir sudah mengetahui kebijakan ini. Selain penetpaan harga yang harus ada pada packaging produk, para importir diharuskan membuat suatu lahan tanam untuk perluasan produksi gula dalam negeri.

Dirinya menambahkan, importir diizinkan melakukan impor gula dengan syarat menyediakan luas lahan tanam tebu di Indonesia. Hal ini untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri yang saat ini mencapai 3,2 juta ton per tahun.

“Saya sudah kasih itu (aturan importir gula). Mereka juga mau,” ujarnya.

(rzy)

Sumber : Okezone