PT Rifan Financindo – JAKARTA – Bank Indonesia (BI) pada hari ini akan mengumumkan tingkat acuan suku bunga (BI Rate). Pengumuman ini akan dilakukan setelah BI menggelar rapat dewan gubernur (RDG) selama dua hari sejak Rabu, 20 Juli lalu.

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, BI akan menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin pada level 6,25 persen. Penyebabnya adalah karena besarnya arus dana asing yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I-2016. Selain itu, hal ini juga disebabkan oleh inflasi yang cukup terkendali.

“(BI Rate) turun, (karena) aliran modal masuk cukup deras, inflasi managable,” ujar Enny kepada Okezone.

Sebelumnya, BI mencatat, hingga 24 juni 2016, dana asing yang masuk ke Indonesia memang cukup tinggi, yaitu mencapai Rp97 triliun. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp57 triliun. Hal inilah yang diyakini akan menjadi pertimbangan utama bagi BI untuk turunkan suku bunga.

Prediksi serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama BTN Maryono. Menurutnya, BI akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

“Turun ya, akan turun,” jelasnya singkat saat ditemui di Gedung DPR, Rabu malam.

Untuk diketahui, pengumuman kali ini merupakan pengumuman BI Rate untuk terakhir kalinya. Sebab, BI telah memutuskan untuk mengubah suku bunga kebijakan yang selama ini menggunakan sistem BI rate menjadi 7 day repo rate. Ditargetkan, kebijakan ini mulai efektif per tanggal 19 Agustus mendatang.

Berikut adalah pergerakan BI rate sepanjang tahun 2016.

– Januari

Turun 25 basis poin menjadi 7,25 persen

– Februari

Turun 25 basis poin menjadi 7,00 persen

– Maret

Turun 25 basis poin menjadi 6,75 persen

– April

Tetap pada level 6,75 persen

-Mei

Tetap pada level 6,75 persen

-Juni

Turun pada level 6,5 persen (DNG)

(rhs)

Sumber : Okezone