Rifanfinancindo – Palembang – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah melakukan eksplorasi di Blok Sumatra Selatan PSC dan Blok Rimau PSC sepanjang Januari 2018.

Kegiatan ekplorasi yang dilakukan di dua blok, yakni Blok Sumatra Selatan PSC dan Blok Rimau PSC yang di setiap blok memiliki kegiatan ekplorasi tersendiri.

Blok Sumatra Selatan yang sepenuhnya dimiliki oleh PT Medco E&P Indonesia telah menerima persetujuan perpanjangan kontrak sampai tahun 2023. Kegiatan ekplorasi ini dilakukan di 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Musi, Empat Lawang, dan Lahat dengan total panjang lintasan 330 km dan dibagi menjadi 4 area survei, yaitu Area Aini-Sugih Waras, Kaktus- East Lily, Hijau-North Teras, dan Arung-Nowera. Demikian seperti dilansir keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Hingga saat ini, kegiatan tersebut belum memberikan hasil. Namun, jumlah biaya kegiatan seismik sampai akhir Januari 2018 sudah sebesar USD34,712. Untuk mengoptimalkan kegiatan tersebut akan dilakukan pada Kuartal IV 2018.

Lalu, kegiatan pengeboran sumur ini dilakukan di 3 titik, yaitu Cempaka-1 sudah selesai pada tahap ini dengan total biaya USD2.129.752, Nowera-1 sudah menyelesaikan penyiapan dan konstruksi lahan, dan sudah melakukan mobilisasi peralatan rig dan set up rig yang mencapai 27% dengan totalbiaya sebesar USD744.714, dan Flamboyan-1 sedang dalam proses pembebasan lahan dengan total biaya sebesar220.432.

Untuk Blok Rimau PSC yang terletak di 2 kabupaten yaitu Musi Banyuasin dan Banyuasin, Provonsi Sumatera Selatan. Pada perseroan ini, memiliki working interest (WI) di blok sebesar 95% bersama dengan Perusahaan Daerah Pertambangan & Energi Sumsel (PDPDE) sebesar 5%.

Kegiatan ekplorasi ini dilakukan melalui kegiatan Study Phase-2 yang berlokasi di Banyuasin, Sumatera Selatan. Pekerjaan ini dilaksanakan di Area Iliran High, terdiri dari 10 lubang survei dan 8 lubang fluid sampling yang telah dilaksanakan pada 22 Desember 2017 lalu.

Pada survey Topografi naik 18 poin dari 15 poin atau sebesar 83%, pengeboran/Driling menjadi 18 lubang dari 9 lubang atau sebesar 50%, Penebangan/Logging menjadi 10 lubang dari 7 lubang atau sebesar 70%, Coring menjadi 11 lubang dari 5 lubang atau sebesar 45%, dan fluid sampling menjadi 8 lubang.

Kegiatan pengeboran 3 sumur eksplorasi Tala-2A sudah selesai melakukan pengeboran dan persiapan untuk testing dengan total biaya USD13.956, Tala-2B sudah melakukan pemboran 30inch sampai kedalaman 33, dengan total biaya USD7.187, dan Tala-2C sudah melakukan pemboran enlarge 26inch sampai kedalaman 9.14 meter.

Kegiatan tersebut hingga saat ini belum memberikan hasil dan rencananya akan diselesaikan hingga Kuartal II 2018. Jumlah biaya untuk kegiatan study sampai akhir Januari 2018 sebesar USD2.248.557.

(dni)

Sumber : Okezone

Rifanfinancindo