PT Rifan Financindo – Ada dua cara umum yang ditempuh masyarakat dalam mewujudkan impian untuk memiliki rumah sendiri. Antara membelinya secara tunai (hard cash) atau dengan mencicil harga rumahnya tiap bulan melalui bank (KPR).

KPR, sepertinya menjadi solusi terbaik yang dipilih masyarakat berpenghasilan menengah. Akan tetapi, sebelum mengajukannya terlebih dahulu dibutuhkan komitmen tinggi mengingat tenor KPR berlangsung cukup lama. Waktunya berkisar antara 10 tahun hingga 20 tahun.

Dalam perjalanannya, tak jarang debitur kesulitan bahkan gagal melunasi cicilan KPR. Akibatnya, rumah yang sedang dicicil bisa melayang.

Siasatnya, debitur harus siap mengencangkan ikat pinggang untuk waktu yang lama agar tidak terbelit kredit macet. Ini adalah sebuah kondisi di mana peminjam atau debitur tidak mampu lagi membayar hutangnya dikarenakan dana yang dimiliki tidak mencukupi.

Nah, agar hal ini tidak menimpa diri Anda dan rumah tidak dieksekusi bank akibat gagal bayar, pahami tiga jurus yang wajib diterapkan.

1. Pangkas pengeluaran tak penting

Sikap konsumtif merupakan salah satu aspek yang harus dihindari saat Anda telah berkomitmen untuk mencicil rumah. Memerangi hasrat doyan belanja dan nongkrong menjadi poin utama yang harus mulai ditanamkan dalam hati sejak akad kredit berlangsung.

Dalam ilmu perencanaan keuangan sebaiknya Anda mengalokasikan penghasilan untuk beberapa pos berikut ini, 50% ? 60% untuk biaya hidup bulanan, ?20% untuk tabungan dan investasi sesuai tujuan financial, 10% untuk dana darurat dan maksimal 30% apabila masih ada cicilan pinjaman.

Bilamana ada, maka alokasi untuk pos pengeluaran lain akan berkurang. Dari pos diatas, kebutuhan gaya hidup masuk kedalam 50% ? 60% biaya bulanan, di mana hanya 20% saja yang boleh dihabiskan.

Jika Anda mampu, 20% pos untuk kebutuhan gaya hidup ini sebaiknya diperkecil jatahnya menjadi hanya 10%. Sementara sisanya lagi (10%) dialokasikan untuk pos darurat KPR, berjaga-jaga apabila suku bunga bank mendadak naik drastis.

2. Kelola pendapatan dengan baik

Saat membuat anggaran setiap bulan, jangan lupa untuk selalu memprioritaskan pembayaran KPR. Anda pun wajib mematuhi anggaran yang telah dibuat. Hindari pengeluaran uang yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Jika Anda memiliki penghasilan lebih, pisahkan untuk membeli barang yang diinginkan.

Lalu hitung berapa jumlah pendapatan bersih Anda setelah dikurangi kebutuhan rutin bulanan seperti angsuran motor, pajak, asuransi, biaya parkir, bensin, dan uang makan.

Apabila pendapatan bersih Anda berjumlah Rp3 juta, sisihkan Rp2,5 jutanya untuk cicilan KPR per bulan. Sementara Rp500 ribu (sisanya) ditabung untuk keperluan yang bersifat mendadak, seperti biaya berobat.

3. Tingkatkan kemampuan

Anda dapat meningkatkan kemampuan mencicil meski besaran gaji relatif sama. Caranya, manfaatkan kenaikan gaji, tunjangan, atau bonus.? Upaya ini juga bisa jadi antisipasi kebutuhan darurat, pasalnya tenor KPR bisa mencapai 15-20 tahun.

Anda juga bisa memperbesar sumber penghasilan dengan membuka sumber penghasilan lain, baik aktif, seperti berbisnis, maupun pasif, dengan investasi reksadana atau saham.

(fds)

Sumber : Okezone