JAKARTA – Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan bahwa nilai tukar Rupiah saat ini yang berkisar Rp13.300-Rp13.500 per USD merupakan kondisi yang cukup baik. Pasalnya, Rupiah tidak boleh menguat terlalu tinggi di saat perekonomian tengah melemah.

“Karena kalau Rupiahnya terlalu kuat, ekspor kita akan kena, pada saat sama Tiongkok pertumbuhannya melambat. Jadi, pertumbuhan ekspor akan melemah ditambah lagi dengan perlambatan Tiongkok,” kata Chatib setelah menjadi pembicara dalam “Citi Indonesia Market Outlook 2016″ di Jakarta.

Selain itu, kata Chatib, pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang digenjot pemerintah memang membuat Indonesia harus mendatangkan banyak barang dari luar negeri.

“Infrastruktur digenjot, maka ‘import content’-nya jadi besar. Tidak salah dengan itu tetapi dengan kondisi seperti ini kalau kemudian dibarengi dengan Rupiah yang terlalu kuat nanti defisit transaksi berjalannya akan naik,” tuturnya.

Menurut dia, apabila defisit transaksi berjalan tersebut akan naik ada potensi dari “reverse capital flow”.

“Jadi kalau BI jaga nilai tukarnya di level kompetitif seperti ini, saya kira itu juga masih membantu ekspor kita dan juga membuat impornya terjaga sehingga saya sebetulnya cukup nyaman dengan level (Rupiah) seperti saat ini,” kata Chatib.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/05/20/278/1393314/mantan-menkeu-sebut-rupiah-sudah-pas-di-rp13-300-rp13-500