MEDAN – Jika moda angkutan lain berlomba-lomba menaikkan tarif jelang Lebaran, lain haknya dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Perusahaan plat merah ini kembali menurunkan tarif per 1 Juli 2016.

Penurunan tarif ini berlaku untuk KA antarkota. Sementara KA perkotaan, tarifnya baru mengalami penyesuaian mulai 1 Oktober 2016, yaitu dari Rp3.000 per jarak 1?25 kilometer (km) pertama menjadi Rp2.000 per jarak 1?25 km pertama. Lalu untuk tarif 10 km berikutnya tarifnya tetap, yaitu Rp1.000 dan berlaku setiap kelipatan.

?Penurunan tarif KA kelas ekonomi antarkota yaitu pada KA jarak jauh dan jarak sedang. Untuk KA jarak jauh tarifnya mengalami penurunan sebesar Rp2.000, sedangkan untuk jarak sedang tarifnya turun Rp1.000,? ujar Manajer Humas PT KAI Divisi Regional I Sumut, Rapino Situmorang.

Di Sumut, KA antarkota jarak sedang, yakni KA Siantar Ekspres jurusan Medan?Pematangsiantar, nantinya tarif KA ini turun menjadi Rp22.000 dari sekarang Rp23.000. Kemudian tarif KA Putri Deli Medan? Tanjungbalai turun dari Rp28.000 menjadi Rp27.000.

Menurut Rapino,penurunan tarif kereta api ini berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 35/2016 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (public service obligation/ PSO).

Permenhub ini mencabut peraturan sebelumnya terkait tarif KA kelas ekonomi yaitu Peraturan Menhub Nomor 23/2016 yang telah diterbitkan pada 7 Maret 2016. ?Permenhub ini mengatur tarif kereta api pelayanan kelas ekonomi yang terdiri atas KA antarkota dan KA perkotaan,? ucap Rapino.

Tarif yang diatur tersebut sudah mencakup iuran dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang (asuransi) sebagaimana diatur dalam undang- undang. Jika ada tambahan biaya di luar asuransi yang dimasukkan ke dalam komponen sehingga mempengaruhi tarif, wajib mendapat persetujuan Menteri Perhubungan terlebih dahulu.

?Penurunan tarif ini sudah sesuai ketentuan perundang-undangan. Jika memberlakukan tarif melampaui dari yang ditetapkan dalam peraturan ini, akan ada sanksi,? ujarnya.

PT KAI berharap dengan penurunan tarif ini dapat meningkatkan animo masyarakat untuk naik kereta api. Sebab, sekarang ini animo masyarakat menggunakan jasa kereta api masih cukup rendah.

Sementara itu, penurunan tarif kereta api ini disambut baik oleh penumpang. Ikbal Dongoran, 33, penumpang KA Tanjungbalai mengatakan, penurunan tarif kereta api akan memudahkan pemudik nanti untuk pulang ke kampung halaman saat Lebaran.

Penurunan tarif ini sangat membantu penumpang KA yang pasti melonjak saat mudik Lebaran nanti. ?Kita harus apresiasi PT KAI ini yang menurunkan tarif saat terjadi lonjakan penumpang. Ini jelas sangat berbeda dengan bus-bus angkutan mudik yang menaikkan tarifnya 100% jelang Lebaran,? tandasnya.

(dni)

Sumber : Okezone