PT Rifan Financindo – Palembang – Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar AS sempat mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Desember 2016 di pekan lalu.

Indeks dolar AS melonjak 1,4% minggu lalu, mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Desember 2016, karena aksi jual yang masif di pasar ekuitas AS memaksa investor beralih ke mata uang AS untuk melepaskan posisi-posisi mereka.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,26% menjadi 90,207 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2285 dari USD1,2234 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik ke USD1,3830 dari USD1,3806 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7845 dari USD0,7790.

Dolar AS dibeli 108,68 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,49 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga menguat menjadi 0,9389 franc Swiss dari 0,9387 franc Swiss, dan bergerak turun menjadi 1,2603 dolar Kanada dari 1,2 juta dolar Kanada.

Dengan tidak adanya data ekonomi utama yang keluar di awal pekan, para investor mengamati secara ketat saham-saham AS, yang terus pulih dari kinerja terburuk mingguan mereka dalam dua tahun. Rebound lanjutan di saham membantu menenangkan kecemasan para investor dan membuat mata uang kurang atraktif.

Sementara itu, para pedagang terus memantau data inflasi harga konsumen yang akan dirilis dan akan menjadi barometer untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga Maret oleh Federal Reserve AS.

(kmj)

Sumber : Okezone

PT Rifan Financindo