PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Pasca-Korea Utara (Korut) kembali melakukan uji coba bom hidrogen miliknya, analis memperkirakan hal itu memberi pengaruh negatif kepada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga ekonomi Asia.

Lantas, apakah situasi yang saat ini semakin memanas itu turut memberikan pengaruh negatif bagi mata uang Rupiah?

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan bahwa Rupiah saat ini memang tengah mengalami pelemahan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Namun hal itu bukan dikarenakan sikap Korea Utara yang melakukan uji coba bom hidrogen.

“Rupiah memang lagi tertekan, karena tren menguat USD yang sedang terjadi sehingga itu memengaruhi,” jelas Hans ketika dihubungi Okezone di Jakarta, Senin (4/9/2017).

Melemahnya Rupiah terhadap Dolar AS pun turut berimbas kepada aksi jual oleh asing. Namun, hal itu kata dia tidak membuat asing melarikan dananya dari Indonesia, melainkan mereka mencari instrumen lain yang lebih aman.

“Memang ada net sell asing di pasar tapi itu pindah ke pasar bond. Jadi sebenarnya Rupiah pelemahannya terbatas. Dampak Korea Utara ada, tapi enggak signifikan sekali,” paparnya lebih lanjut.

Kata dia, siklusnya memang Dolar AS tengah mengalami penguatan. Sehingga berimbas terhadap Rupiah. “Kita memang menghadapi periode bullish dolar, jadi itu yang menjadi tekanan pada kita. Jadi bukan semata karena dampak Korea Utara,” tandasnya.

(kmj)

Sumber : Okezone

PT Rifan Financindo