PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia meningkat drastis pada tahun Agustus 2017. cdibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan Juli 2016 (month to month/mtm). Sementara itu, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy), nilai ekspor Indonesia mengalami penurunan sebesar 0,74 persen.

Ekspor migas tercatat mengalami kenaikan sebesar 12,95 persen secara month to month dari USD1 miliar pada Juli lalu menjadi USD 1,13 miliar pada Agustus 2016. Sedangkan ekspor nonmigas tercatat mengalami kenaikan 34,84 persen dari USD 8,53 miliar menjadi USD11,50 miliar.

Menurut Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Sasmito Hadi Wibowo kenaikan nilai ekspor ini adalah yang tertinggi sepanjang tahun 2016. Bahkan, secara year on year, kenaikan ekspos ini juga menjadi yang tertinggi.

“Sejak April 2015, ini yang tertinggi. Yaitu mencapai 2,8 persen kenaikannya kalau year on year,” kata Sasmito di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Adapun faktor pendorong kenaikan ini adalah sektor ekspor kopi hingga emas. Khususnya kopi, menurut Sasmito, sejak Januari 2016 telah mampu mengangkat pertumbuhan ekspor Indonesia.

“Untuk kopi ini mencapai USD101 juta yang belum diolah dan USD359 juta yang telah diolah. Lalu juga rempah mencapai USD49 juta Selain itu emas juga,” kata Sasmito di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Sedangkan untuk sektor non migas, sektor tambang turut mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia. Menurut Sasmito, hal ini disebabkan karena adanya kelonggaran aturan ekspor impor yang diberikan oleh pemerintah.

“Harga kan sudah naik jadi komoditas seperti tambang harganya juga naik. Ini juga menyebabkan sektor tambang tumbuh karena setelah adanya kelonggaran aturan, harga kan tetap tinggi,” tutupnya.

(dni)

Sumber : Okezone