RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Tiga tahun pemerintahan Abenomic, konsumen Jepang memanggul beban pajak yang lebih besar daripada sebelumnya, Kamis (8/10).

Keputusan Abe terus maju dengan kenaikan pajak penjualan tahun lalu, tidak hanya mendorong Jepang ke dalam resesi. Pajak pendapatan perusahaan diproyeksikan terdiri hanya 20 persen dari pendapatan tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2016, sesuai dengan proyeksi anggaran turun pada tahun 1989.

Pajak pendapatan diperkirakan akan menghantam 54.5 triliun yen ($453 miliar) dalam 12 bulan sampai Maret, menurut laporan Kementerian Keuangan Jepang. Kenaikan beban pajak datang di atas upah pekerja Jepang yang datar. Upah riil yang disesuaikan untuk inflasi meluncur 2,8 persen tahun lalu dan jatuh di lima dari delapan bulan hingga Agustus tahun ini, seperti yang tercatat menurut Kementerian Tenaga kerja.

?Perusahaan tidak membawa semua keuntungan kembali, tapi reinvesting beberapa di luar negeri saja,? kata Shinichi Ichikawa, strategi pasar utama di Credit Suisse Group AG di Tokyo. ?Pendapatan pajak tidak akan meningkat jauh bahkan ketika mereka melaporkan rekor keuntungan.? tambahnya.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/konsumen-jepang-panggul-beban-pajak-lebih-besar/