RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emas di perdagangan Asia pada hari Selasa (14/7) pagi terpantau menurun. Dengan investor yang ingin melihat Parlemen Yunani pasca terjadi kesepakatan dana talangan baru.

Divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Agustus adalah turun -0.10% di level $1,154.40 troy ons. Tadi malam, emas berjangka jatuh di tengah dolar yang kuat. Yunani dan kreditor internasional yang menyepakatai pokok-pokok untuk bailout setelah negosiasi beberapa jam maraton hingga 17 jam.

Setelah KTT darurat di Brussels, Yunani setuju untuk berbagai macam konsesi pada tindakan-tindakan penghematan yang bisa membuka jalan untuk tiga tahun, bailoit senilai ?86 miliar melalui mekanisme stabilitas Eropa (ESM). Di bawah kesepakatan parlemen Yunani sampai batas waktu hari Rabu hingga disahkan, kesepakatan meliputi, kenaikan pajak penjualan, reformasi pensiun dan reformasi pasar tenaga kerja.

Tindakan Austerity dianggap lebih ketat daripada yang tercantum dalam proposal oleh pemimpin zona euro akhir bulan lalu, sebelum akhirnya ditolak oleh Yunani dalam sebuah referendum bersejarah pada tanggal 5 Juli.

Beralih ke Tiongkok, ekspor untuk Juni naik sampai 2,8% tapi impor turun sebesar 6,1%, jauh lebih tinggi daripada penurunan yang diharapkan 16% pada bulan. Ini mengakibatkan surplus lebih rendah dari $46.5 miliar, jauh di bawah perkiraan analis $55.3 miliar. Seperti diketahui, Tiongkok adalah produsen terbesar dunia dan konsumen terbesar kedua logam mulia.

Untuk perdagangan Comex lainnya, perak berjanga perak untuk pengiriman September turun 0,14% menjadi $15.435 per ons. Tembaga untuk pengiriman September adalah datar di $2.543 per pound.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/kilau-emas-masih-meredup/