JAKARTA – Pagi tadi Rupiah kembali berhasil menguat terhadap mata uang USD. Bloomberg Dollar Index mencatat, Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di pasar Asia menguat 95,5 poin atau 0,73 persen ke Rp13.036 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp12.984-Rp13.052 per USD.

Bahkan, nilai tukar Rupiah sempat menyentuh Rp12.998 per USD sekira pukul 08.05 tadi. Namun, lima menit kemudian Rupiah kembali di level Rp13.000.

Anggota Komisi IX Fraksi PDIP Abidin Fikri menuturkan, penguatan Rupiah ini merupakan sinyal positif bagi dunia ketenagakerjaan di Indonesia. Menurutnya, dengan penguatan Rupiah ini maka pengangguran yang sempat terjadi pada beberapa sektor dapat segera diatasi.

“Itu bagus. Ketenagakerjaan kita dalam berbagai sektor akan semakin membaik. PHK dapat segera diatasi,” ujar Abidin saat berbincang dengan Okezone usai rapat kerja komisi IX, Jakarta, Senin (7/3/2016).

Dia melanjutkan, sektor ketenagakerjaan di Indonesia secara perlahan diperkirakan akan berangsur membaik hingga akhir semester I. Pasalnya, dengan penguatan Rupiah yang juga sebabkan oleh besarnya capital inflow ini dapat menggairahkan sektor industri dalam negeri, terutama yang mendatangkan barang dari luar.

“Pengusaha tentunya akan semakin mendapatkan kesempatan. Apalagi ini sudah berada dibawah asumsi ABNP kita. Jadi ini positif,” tandasnya.

Sebagai informasi, hari ini Rupiah berada 900 poin diatas asumsi APBN 2016 sebesar Rp13.900. Penguatan Rupiah ini diharapkan dapat terus berlangsung hingga mencapai level normal dan tidak membahayakan bagi kegiatan ekspor di Indonesia.

“Kita harapkan dapat terus menguat ya. Karena sekarang sudah semakin membaik,” tukasnya.(rai)

(rhs)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/03/07/278/1329647/kian-perkasa-rupiah-bisa-selamatkan-buruh-dari-phk