PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hari ini menggelar pertemuan tertutup dengan perwakilan pemerintah daerah dan para investor. Pertemuan ini sengaja dilakukan untuk menjembatani apa yang diinginkan oleh investor dengan apa yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah.

“Kita kumpulkan seluruh pengusaha dalam dan luar negeri dengan seluruh pejabat daerah sehingga nanti tahu apa yang mereka cari dan apa yang mereka inginkan,” kata Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis dalam acara Regional Investment Forum di Hotel Aryaduta, Palembang, Selasa (26/7/2016).

Dalam kegiatan ini, BKPM mengingatkan kepada pemerintah daerah agar melaporkan kepada BKPM setiap kesulitan yang dihadapi. Termasuk di antaranya adalah kesulitan dalam bidang bahasa. Sebab, selama ini investor juga mengalami kesulitan untuk berinvestasi di daerah karena kendala bahasa.

[Baca juga: Pemerintah ‘Jual’ Sektor Manufaktur hingga Perikanan di Sumatera]

“Kalau ada kendala bahasa hubungi kami. Sehingga kami bisa bantu. Jangan jadikan bahasa sebagai kendala,” imbuhnya.

Untuk diketahui, investasi saat ini telah menjadi penyumbang kedua terbesar bagi PDB Indonesia. Untuk itu, butuh peningkatan sektor investasi guna meningkatkan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

“Pada saat ini, di Indonesia sedang giat-giatnya mendorong investasi. Kenapa? karena investasi adalah nomor dua terbesar di Indonesia setelah konsumsi 55 persen dari PDB dan 35 persen itu investasi. Maka ini harus kita kembangkan,” tutupnya.

(rai)

Sumber : Okezone