PT Rifan Financindo – JAKARTA – Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan produk hortikultura khususnya bawang merah dan aneka cabai aman menjelang hingga setelah Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Spudnik Sujono mengatakan ketersediaan dan kebutuhan produk hortikultura khususnya bawang merah pada Juni-Agustus secara umum memiliki neraca positif.

“Secara umum tahun ini ketersediaan diperkirakan 1, 183 juta ton dengan kebutuan 991.901 ton sehingga masih ada neraca 191.286 ton,” ucapnya di Jakarta, Jumat (1/7/2016).

Khusus untuk Juni 2016, pihaknya mencatat ketersediaan bawang merah 121.076 ton dengan kebutuhan 89.615 ton atau surplus 31.461 ton.

Pada Juli 2016, ketersediaan sebanyak 126.286 ton dengan kebutuhan 86.027 ton atau surplus 40.260 ton.

Sedangkan pada Agustus 2016, ketersediaan mencapai 117.523 ton dengan kebutuhan 83.881 ton atau surplus 33.642 ton.

“Jumlah itu diproduksi di beberapa sentra utama di antaranya di Cirebon, Majalengka, Garut, Brebes, Kendal, Demak, Pati, Nganjuk, Malang, Probolinggo, Bima, dan Enrekang,” katanya.

Sementara harga di tingkat petani pada akhir Juni 2016 khususnya di sentra-sentra utama bawang merah berkisar antara Rp11.000-Rp25.000 perkg.

Untuk produk hortikultura yang lain yakni cabai besar ketersediaannya secara nasional pada periode Juni hingga Agustus 2016 juga mengalami surplus 230.888 ton dengan ketersediaan 1,145 juta ton dan kebutuhan 914.827 ton.

Pada Juni 2016, ketersediaan cabai besar mencapai 102.235 ton dengan kebutuhan 78.249 ton. Berlanjut pada Juli 2016, ketersediaan sebanyak 99.519 ton dan kebutuhan 77.539 ton.

Sedangkan pada Agustus 2016, ketersediaan mencapai 93.111 ton dan kebutuhan 75.761 ton.

Sebagian besar cabai besar dipasok dari sentra-sentra utama di antaranya di Bandung, Ciamis, Garut, Sukabumi, Magelang, Temanggung, Kediri, dan Pati.

“Harga cabai besar di tingkat petani terutama di sentra-sentra utama berkisar Rp7.000-Rp12.000 per kg,” katanya.

Surplus ketersediaan juga dialami oleh produk hortikultura yang lain sepanjang periode menjelang dan setelah Idul Fitri tahun ini di antaranya untuk produk cabai rawit, buah tropika, dan florikultura.

Ketersediaan cabai rawit pada Juni hingga Agustus 2016 untuk lingkup nasional misalnya mencapai 843.305 ton dengan kebutuhan 650.003 ton.

Pada Juni 2016 tepatnya ketersediaan cabai rawit di sentra-sentra utama tanah air mencapai 82.300 ton padahal kebutuhannya hanya 55.686 ton.

Berlanjut pada Juli 2016, ketersediaan cabai rawit sebanyak 79.415 ton dengan kebutuhan 55.150 ton. Lalu pada Agustus 2016 ketersediaan cabai rawit sebesar 78.367 ton dengan kebutuhan 53.810 ton.

Sentra utama penghasil cabai rawit sampai sejauh ini masih berkisar di daerah Garut, Majalengka, Sukabumi, Bandung, Magelang, Temanggung, Kediri, dan Probolinggo.

Harga cabai rawit per 29 Juni 2016 di tingkat petani di sentra-sentra utama cabai rawit berkisar Rp8.000-Rp18.000 per kg.

(dni)

Sumber : Okezone