PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Kementerian Koordinator bidang Perekonomian berencana akan memperketat kebijakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian pada hari ini.

Turut hadir dalam rapat kali ini Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo. Menurut Mardiasmo, nantinya KUR hanya akan diberikan kepada masyarakat yang memiliki usaha sektor produktif. Artinya, KUR ini tidak akan dapat digunakan untuk kegiatan di luar dunia usaha.

“Dari kacamata kemenkeu, SKP-nya bahwa itu harus untuk usaha yang produktif, tidak boleh untuk konsumsi, kan yang namanya simpan pinjam itu kan misalkan mau buat beli kendaraan, bantu anak perkawinan, beli tv, itu kan enggak boleh. Namanya kan kredit usaha rakyat, yang kita berikan ya yang usaha,” kata Mardiasmo di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Nantinya pemerintah akan menggandeng koperasi untuk melakukan pengawasan penyaluran KUR. Koperasi ini juga akan bertindak sebagai penyalur sehingga masyarakat yang menerima hanyalah masyarakat kecil yang sangat membutuhkan.

“Jadi OJK diminta untuk melihat koperasi. Lalu nanti ada semacam filternya. Jadi koperasi, simpan pinjam, hanya untuk kegiatan yang produktif,” tutupnya.

(rai)

Sumber : Okezone