SEMARANG ? Rasio elektrivikasi kelistrikan mencapai 100 persen untuk wilayah Jateng dan DIY ditargetkan tercapai pada 2019 mendatang.

Direktur Bisnis PT PLN Persero Regional wilayah Jawa bagian tengah Nasri Sebayang mengatakan, untuk mencapai target rasio elektrivikasi, PLN akan meningkatkan investasi di bidang kelistrikan. Investasi itu di antaranya adalah listrik masuk desa, melakukan survei untuk mendapatkan datadata daerah mana saja yang belum mendapatkan aliran listrik.

?Program investasi ini akan terusditingkatkan supaya nanti di JawaTengah dan DIY tidak ada lagi yang tidak mendapatkan pasokan listrik,? katanya, di Semarang, kemarin.

Selain itu lanjutnya, untuk wilayah Jawa-Bali nantinya akan dibangun pembangkit-pembangkit untuk menambah pasokan listrik dengan kapasitas mencapai 13.000 megawatt dari total yang direncanakan sebesar 35.000 megawatt. Paling banyak nantinya pembangkit akan berada di Jawa Tengah dan DIY. Di Jateng ada PLTU Batang dengan 2×1.000 megawatt, Tanjung Jati B 2×1.000 megawatt. Lalu untuk pembangkit baru di Cilacap sudah beroperasi 600 megawatt dan akan ditambah lagi menjadi 1.000 megawatt, kemudian pembangkit Adipala 1.000 megawatt.

?Kemudian untuk Jawa Barat ada di Cirebon, 2×1.000 serta 2×600 megawatt, dan lainnya. Jawa Tengah nanti paling banyak,? katanya.

General Manager PLN Distribusi Jateng dan DIY Dwi Kusnanto menambahkan, PT PLN Persero Distribusi Jateng dan DIY saat ini terus melakukan percepatan penyelesaian penyambungan listrik yang tertunda sejak tahun lalu. Dia mengatakan, saat ini rasio elektrivikasi di Jateng sudah mencapai 89-91 persen.? ?Dengan tersambungnya seluruh pemohon pasang baru, maka diharapkan bisa membantu mempercepat hari pelayanan dalam proses pasang baru,? ujarnya.

Kusnanto menyebutkan, jumlah pelanggan PLN di Jateng dan DIY saat ini mencapai kurang lebih 9,5 juta pelanggan dan tahun ini ditargetkan akan tambah 500.000 pelanggan baru. Dari total jumlah pelanggan tersebut, 90 persen merupakan pelanggan rumah tangga dan sisanya pelanggan industri. Sementara untuk pelanggan yang menggunakan listrik prabayar saat ini masih cukup kecil yakni sekitar 10 persen dari total pelanggan atau sekitar 1 juta pelanggan.(rai)

(rhs)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/03/14/320/1335286/kejar-rasio-elektrivikasi-pln-genjot-investasi-kelistrikan